Pesona Kawasaki Binter KH 100 Yang Tak Lekang Oleh Zaman

Kawasaki Binter KH 100 EL

Selepas kerja, sengaja motor kuarahkan ke rumah mbah Gugel. Karna cuman pinjam sehari ya harus dikembalikan. Sesampainya di rumah mbah Gugel, aku seperti disambut Bi Asih yang seperti biasa selalu menyambut dengan ramah dan menawari minum dan tak lama kemudian Kang Larry datang nyamperin. Gimana?? Mau pinjem lagi??…. Itu ada Kawasaki Binter KH100 2 Stroke kalo mau bawa, kata kang Larry. “Waduuhh!!!!…. Malah ngerepotin saya Kang, nanti aja” balasku. Udaah…. Bawa aja, lumayan… Ada kamu motor ndak cuman diem aja, balas kang Larry sambil memberikan kunci motor. “Beneran nie kang??? Saya jadi ndak enak hati dipinjemin mulu, balasku kembali”. Nyante wae…. Kayak sama siapa aja, abis ini kamu bawa ya motornya…. Tenang, bensin full tangki. Ucap kang Larry kembali.

Okeelahh!!!…. Kang, kalo itu kehendak Kang Larry. Lagian rejeki kagak boleh ditolak.
Naaahh!!!… Gitu dong, udah makan belom??….
Nanti aja Kang saya makannya….
Beneran nie??? Bi Asih Masak enak buat makan malam lhoo!!!
Iyaa kang…. Beneran, saya masih kenyang.

Kemudian Bi Asih datang membawa 2 gelas es jeruk segar dan segera kuraih gelas tersebut. Makasih Bi Asih…. Kebetulan haus nie, kataku pada Bi Asih. Eleuh… Eleuuhhh!!!…. Haus Den, meuni sakituna…. jawab Bi Asih. AAHHH….. Seegaarrrr!!!! Nuhun Pisan Bi, jawabku setelah segelas es jeruk abis kutenggak. Yau dah Bibi pamit, mau tambah lagi minumnya Den?? kata Bi Asih Kembali. Udah cukup Bi…. Ntar kembung kebanyakan minum air. Obrolan singkat pun kembali terjadi dan tak berapa lama kemudian segera saja kumohon undur diri pulang karna maghrib menjelang.

Kawasaki Binter KH 100 EL

Selepas sholat Isya, larva dalam perut mulai berorkestra. Menandakan bahwa saatnya mengisi perut. Sekalian ajak si Yudis aja mumpung tuch anak di rumah doang, gumamku. Segera saja kuberganti baju dan segera kuraih jaket serta helm lalu kuketikkan pesan via aplikasi chating pada Yudis. Bahwa aku akan ke rumahnya untuk ngajak keluar bentar cari angin.

Tok…. Took…. Tok…. Assalamu’alaikum…. Kuucapkan salam. “Wa’alaikumsalam…. Eeehhh!!! Ada nak Santoso, mari masuk dulu” kata ayahnya Yudis. Ini om…. Biasa, mau keluar bentar ama Yudis nyari angin. Balasku. Diss…. Yudis…. Dicari kawannya nie, ucap ayahnya Yudis dengan nada rada lantang. Iya Yah…. Ini juga udah siap-siap, balas Yudis. Tak lama kemudian yudis Datang dan kami pun berangkat.

Waaahhh!!!….. Dapat pinjeman lagi ya Bang??
Iyaa…. Tadi sore balikin motor malah disuruh bawa ini.
Enak banget Bang…. Dikasih pinjeman mulu ama mbah Gugel.
Ini juga tadi aku tolak, tapi karna memaksa ya… Aku ambil aja, toh!!! Rejeki ndak boleh ditolak.
Mantap nie go to link Kawasaki Binter KH 100 ya Bang
Yooii… Mamen, motor idola nie jaman baheula.

Malam itu, ngobrol ngalor ngidul keliling kota. Sambil pasang mata, saat ada cewek cantik pepet dikit sambil disiulin. Tentu saja mereka pada ilfeel, liat tingkah kami plus motor butut Kawasaki KH 100  yang ndak mbois sama sekali. Sepeda motor ini terbagi dalam 2 seri yaitu Binter KH 100 EL dan Binter KH 100 ES, dimana perbedaan terletak pada warna dan seri Binter KH 100 ES sudah dilengkapi dengan Disc Brake untuk menghentikan laju roda depan, sedangkan Binter KH 100 EL masih memanfaatkan Drum Brake alias Rem Tromol. Hingga tibalah kami di jalan Dewata, ada sesikit keanehan karna melihat seseorang yang mendorong gerobak Sate. Keanehannya adalah gerobaknya itu sendiri. Disini, khususnya Denpasar dan Badung kalian tak akan menemui pedagang sate keliling dengan menggunakan gerobak/rombong yang bentuknya kayak kapal laut. Kebanyakan mirip gerobak bakso, kecuali kalian ke kota negara atau di kampung jawa, baru kalian temui gerobak sate ayam seperti itu. Bang…. Itu tadi tukang sate gerobaknya kok beda ya, kata Yudis. Iyaa Dis…. Baru kali ini liat gerobak sate ayam kayak gitu di denpasar, balasku.
Kami pun masih melajukan motor, hingga tanpa sadar kami kembali menyalip bapak yang mendorong gerobak sate tadi.

Asli ini Aneh Dis!?!?!…. Perasaan tadi kita nyalip bapak penjual sate itu kan??
Iya Bang…. Tapi aneh kok kita nyalip Bapak itu lagi ya???!!……
Iya ya…. Padahal jalan yang kita lewati juga bener ndak muter-muter di tempat kayak yang biasa di film-film.

Ternyata dugaan kami benar, untuk ketiga kalinya. Kami kembali melihat bapak itu sudah didepan kami. Aslii!!! Aneh banget ini Dis, kita dikerjain kayaknya, ucapku pada Yudis dengan nada mulai jengkel. Ho’oh!!!…. Aneh banget bang, mana merinding lagi nie tengkuk. Sengaja agak kupelankan motor yang kukendarai dan saat tepat disamping bapak tukang sate itu…. Terlihat tak ada yang aneh bahkan bapak tersebut memberikan senyuman pada kami. Asliii….. Gilaakk!!! Ayyooo!!!! Ngebut Bang!!! teriak Yudis. Kupacu motor go kawasaki Binter KH 100 yang ukuran Bore X Strokenya 4 9.5 x 51.8 mm dan transmisi 5 percepatan plus pengabutan bahan bakar menggunakan sebuah karburator ukuran  Mikuni VM19SC yang pertama kali meluncur di Indonesia pada tahun 1980an, dimana saat itu juga telah muncul Kawasaki Binter GTO 110. segera kupacu hingga diatas 60 km/jam, anehnya!!! Saat kami palingkan muka kearah kiri. Posisi Bapak yang mendorong gerobag sate ayam tepat disamping kami dan…. Lagi…. Lagi…. dengan senyum manis seperti tak terjadi sesuatu.

go site ASTAGFIRULLAAAHHH!!!!….. SEETTAAAANN!!!!!…. Gas Njengaatt!!! semua bulu kuduk kami. Sesegeranya kupacu kembali Kawasaki Binter KH 100 ini Hingga lebih dari 100 km/jam. Hingga mesin yang kapasitas aslinya ini mampu memuntahkan daya kuda sebesar 10.5 HP (7.7 kW)) @ 7500 RPM dan Torsi maksimumnya mencapai 9.76 Nm (1.0 kgf-m or 7.2 ft.lbs) @ 7000 RPM. Sayangnya karna teknologi jadul bin ngebul yang masih mengandalkan katup Rotary dan belum menggunakan membran jadi lumayan haus saat dibetot, tapi jangan salah kawan untuk 3.92 litres mampu menempuh 100 km (25.5 km/l or 60.01 mpg). Posisi karburator pada Kawasaki Binter KH 100 2 Langkah berada di sisi bak mesin sebelah kanan tertutup oleh bak mesin itu sendiri, secara estetika lebih ringkas, akan tetapi jika menerjang banjir yaa…. Rawan mogok karna posisi karburator dibawah. Ini spesifikasi lengkapnya kawan 2 Tak semuanya :

Make Model

Kawasaki Binter KH 100 ES I Binter KH 100 EL.

Year

1980an

Engine

Two strokeSingle Cylinder

Capacity

99.00 ccm (6.04 cubic inches)
Bore x Stroke 49.5 x 51.8 mm
Compression Ratio 7.0:1
Cooling System Air cooled

Induction

Rotary valves

Ignition

Magneto

Starting

Kick

Max Power

10.5 HP (7.7 kW)) @ 7500 RPM

Max Torque

9.76 Nm (1.0 kgf-m or 7.2 ft.lbs) @ 7000 RPM

Transmission

5 Speed

Final Drive

Chain

Front Suspension

Telescopic forks

Rear Suspension

Twin shocks, springs

Front Brakes

Single disc ( KH 100 ES ) I Drum ( KH 100 EL )

Rear Brakes

Drum

Front Tyre

2.75-18

Rear Tyre

3.00-18

Weight

94 Kg

Spark Plugs

NGK B8ES I NGK BR8EIX ( iridium )

Dimensions

Lenght: 1,835 mm (72.2 inches)
Width:    840 mm (33.1 inches)
Height: 1,035 mm (40.7 inches)

Wheelbase

1,150 mm (45.3 inches)

Ground Clearance

150 mm (5.9 inches)

Fuel Capacity

8 Litre

Top Speed

104 km/h / 65 mph
Kawasaki Binter KH 100 ES
Kawasaki Binter KH 100 EL

Beruntung akhirnya kami lolos dari bapak Penjual Sate ayam misterius tersebut. GIILAAAK!!! GIILLAAAAKK!!!! Asli barusan tadi horor juga, mana ada orang naek motor sambil dorong gerobag sate bisa sejajar dengan yang naik motor kecepatan 60km/jam. Beneran ndak masuk diakal, Celoteh Yudis dengan suara yang terengah-engah seperti habis muterin lapangan bola. Kalo secara nalar emang ndak masuk diakal, Lihat saja…. Mana ada tukang sate ayam pake gerobag kayak kapal laut di daerah Denpasar sini. Kecuali ke Negara sono baru banyak penjual sate ayam dengan ciri khas begitu, Ucapku.

Jadi ilang laperku kalo gini, Siyaaallll!!!…. Balik Aja Dis
Iya Bang, masih gas njengat nie bulu kuduk keinget yang tadi….
Cari Aman aja Dis…. Emang baiknya kita pulang aja….
Hiiii…. Iya bang, daripada dicegat lagi nanti.

Berhubung ada kejadian tidak mengenakkan, akhirnya mereka pun pulang ke rumah masing-masing. Tentunya Santoso harus mengantar Yudis ke rumah dulu sebelum pulang. Niat hati pengen nongkrong sambil makan malah ndak jadi, perut mendadak keroncongan kembali. Alhasil nyamperin retail waralaba untuk membeli beberapa bungkus mie instan yang nantinya akan dimasak di rumah. Btw….. Harga untuk meminang sebuah Kawasaki Binter KH 100 di masa sekarang ini berada direntang harga 2.5 Juta hingga 12 jutaan. Itu pun masih tergantung kondisi mesin dan kelayakan lainnya. Karna pasar motor beginian ya asal suka bayar. Terima Kasih

Jangan Lupa Bahagia.

 

NB: terkait data teknis yang ada dalam cerita adalah benar adanya, hal ini sengaja dilakukan agar lebih menyenangkan untuk dibaca. Sedangkan untuk ceritanya sendiri, merupakan kejadian penulis semasa SMA. Kendaraan yang digunakan sebenarnya hanya motor bebek tapi lokasi yang terjadi memang benar adanya, Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*