Motor Robot Yamaha V80 Legendaris Yang Menolak Punah

Tiiing…. Tiiing….. Trriiing…. ponsel yang kutaruh di meja kerja tiba-tiba berbunyi, segera kuraih dan kulihat pesan dari salah satu kawan di Event organizer dulu : bro… Loe sibuk ndak?? aku maen kesana y??…. Begitulah bunyi pesan dari kawanku ini. Kubalas pesan kawan…. ndak Bro… maen aja sini, aku share lokasi ya. Oke Bro…. ane meluncur ya, balas kawanku. Hampir dua jam setelah mendapatkan pesan Whatsapp, akhirnya kawanku ini datang juga. Terdengar bunyi khas motor 2 Tak….. Treeeng…. Teeeng…. Teeeeng…. Trrreeeeng….. disertai senyum yang tak pernah lepas dari kawanku satu ini. Namanya Kesar, tapi bukan yang joget-joget ndak jelas di tivi itu kawan. Woyy!!!…. Braderr…. Gokil juga nie maenannya, sapaku sambil menyalaminya. Yoiii!!!…. Mamen, Mau tampil beda kudu punya Taste….. Balas Kesar. Aku pesankan kopi apa es kelapa muda di depan ya??….. balasku. Terserah loe aja, jawab Kesar.

Setelah itu aku pun menyeberang ke depan untuk memesan 2 gelas white coffee dan tak berapa lama menunggu. Pesanan pun jadi segera ku kembali menyeberang dan segera berbincang-bincang dengan kawan yang dulu seperjuangan di Event organizer. Ndak nyangka aku Sar, ternyata kamu penghobi motor 2 Stroke juga, Mengawali percakapan.
Lhaaa….. Makanya, Loe maen ke rumah dong….

emang ada selain ini lagi Sar??

Yaaahh!!!!…. Gini dah, kalo ndak pernah ke rumahku. Di rumah, ada Yamaha L2 Super, Yamaha RX Special ama motor 4 Tak Honda astrea 800 dan terakhir ya ini yang aku bawa sekarang.

Sedeep!!!! Juga maenanmu Sar. Ini aja dech jelasin ke aku Sar. Soalnya aku belum pernah tau sejarahnya motor ini.

Peeehh!!!! Masa ndak tau motor ini Loe??…..

Yaaa…. Kalo fisiknya pernah liat di jalan cuman 2 kali, lagian Di Denpasar sini susah Banget liat motor beginian sliweran.

Katrook Banget jadi orang Bro!!!…. sambil membuka bungkus rokok dan mulai menyalakannya…….

Jika Honda punya generasi C series yang laku keras, Suzuki punya varian RC series yang melegenda, Yamaha pun mempunyai varian bebek yang tak kalah fenomenal, generasi yang dimaksud adalah Yamaha V series dimana yang dijual di  Indonesia antara lain varian Yamaha V50, V50M, V70 dan V80. Yang aku bawa sekarang ini Yamaha V80 nya Bro, Motor V80 ini juga dikenal sebagai motor Yamaha Robot akadang juga disebut motor Gimbot, pasti Loe belom tau kan mengapa motor Yamaha V80 ini dikenal sebagai Yamaha Robot. Alasannya motor Yamaha V80 ini dinamai Yamaha Robot karena dahulu masyarakat Indonesia sering membuat istilah untuk beberapa sepeda motor. Nah, ini terjadi juga pada Yamaha V80, informasi yang beredar julukan “Yamaha Robot” ini didapat karena bentuk motor Yamaha V80 yang bergaya retro. Selain itu juga memiliki desain serba ‘kotak-kotak’ seperti layaknya bentuk ‘robot’ atau layaknya Game Watch yang orang biasa sebut gimbot.

Meniru kesuksesan Honda Super Cub yang kelak akan menjadi kendaraan bermotor paling banyak terjual diseluruh dunia, desain Yamaha V series ini juga hampir mirip dengan Honda Super Cub yang memiliki konsep mudah dikendarai dan mudah perawatannya. Untuk Yamaha V50 generasi pertama bentuknya hampir mirip Honda Super Cub terutama bentuk lampu depannya yang posisinya sama-sama dibawah stang. Motor ini pertama kali masuk ke Indonesia secara CBU dari Jepang pada tahun 1973. Tak lama berselang, muncul Yamaha V50M yang merupakan facelift dari Yamaha V50 dan Yamaha V75 yang memiliki kapasitas mesin lebih besar. Pada tahun 1978, Yamaha menghentikan produksi Yamaha V50M dan V75 di Indonesia dan menggantikannya dengan Yamaha V80 yang memiliki kapasitas mesin 80cc 2 Langkah.

Fitur motor ini pada umumnya sama dengan kompetitornya pada masanya. Motor ini menggunakan sistem pelumasan Autolube dimana intinya oli samping dipompa otomatis kedalam mesin sehingga tidak diperlukan mencampur oli kedalam tangki bensin yang berkapasitas 5,3 liter. Untuk pendinginan mesin masih mengandalkan pendinginan udara. Pengapiannya untuk yamaha V50 dan V75 masih menggunakan platina sementara Yamaha V80 sudah CDI. Khusus untuk varian Deluxe seperti misalnya pada Yamaha V75 Deluxe sudah menggunakan starter elektrik. Untuk pengereman kedua rodanya diandalkan rem teromol di depan dan belakangnya.

Salah satu fitur pada Motor ini yang bisa dibilang canggih pada waktu itu adalah motor ini sudah menggunakan sistem pelumasan Autolube dimana oli samping dipompa otomatis kedalam mesin sehingga kita tidak perlu lagi mencampurkan oli kedalam tangki bensin. Karna pada waktu itu kebanyakan pengguna motor 2 Langkah masih harus mencampur oli samping ke dalam tangki bensin sebagai pelumasan mesin. Sedangkan untuk pendinginan mesin masih menggunakan pendinginan udara.

Jauh sebelum kita mengenal perang antar pabrikan seperti sekarang ini, terutama dalam adu irit bahan bakar. Kelebihan motor ini adalah konsumsi BBM dan oli sampingnya yang irit. Di brosur iklannya sendiri konsumsi BBM motor ini mampu mencapai 72Km/Liter bensin dan 1200Km/Liter oli samping dengan kecepatan konstan 30-40Km/jam di jalanan datar. Jika diadu konsumsi BBMnya dengan motor jaman sekarang pun masih jauh lebih irit dari motor matic 110cc saat ini. Semua varian Yamaha V series ini menggunakan mesin 1 silinder 2 Tak dengan pengapian platina dari baterry 6V yang kelak digantikan dengan pengapian CDI. Yang membedakan antara Yamaha V series yang satu dengan lainnya hanya terletak pada Isi silindernya. Yamaha V50 seperti namanya, memakai mesin 1 silinder rebah 2 Stroke berkapasitas bersih 49cc. Mesin ini sanggup menghasilkan power sebesar 4Hp @ 6000Rpm. Kemudian Yamaha V75 memakai mesin dengan kapasitas 73cc dan menghasilkan tenaga sekitar 6Hp @ 6500Rpm. Serta terakhir, Yamaha V80 yang memiliki kapasitas mesin 79cc dan sanggup menghasilkan power sebesar 6,7Hp @ 7000Rpm. Semua mesin ini disalurkan dengan transmisi manual 3 percepatan. Ini Aku kasih spesifikasi dari Yamaha V80 nya :

 

Spesifikasi Yamaha V80
Jenis Cub / Bebek / Moped
Tipe V80
Mesin Single Cylinder, 80cc, Two Stroke
Bore X Stroke 47.0 X 56.5 mm
Sistem Bahan Bakar Karburator Mikuni  VM 15 SC
Transmisi Manual automatic clutch 3 Speed
Max Power 6.7 HP @ 7,000 rpm.
Max Torque 0.82 kgf. m @ 6,500 rpm.
Lubrication Autolube
Fuel tank capacity 5,3 Liter
Oil tank capacity 1,2 Liter
Pengapian CDI
Berat Kosong 82 KG
Battery/accu  6 Volt (Yuasa 6N11-2D
Panjang X Lebar X Tinggi 1885 x 650 x 1025 mm
Jarak sumbu roda 1170 mm
Tinggi jok 740 mm
Wheelbase 1.840 mm
Suspensi

Depan & Belakang

leading link (depan)
swingarm, double shockbreaker (Belakang)
Ukuran Ban
depan & belakang
2.25-17 – 4pr (depan)
2.50-17 – 6pr (belakang)
Rem depan & Belakang Drum Brake

Karna kapasitas mesin hanya 79 CC 2 Stroke Yamaha V80 dalam kondisi original dan sehat total mampu berlari lebih dari 60km/jam. Yamaha V80 ini diproduksi antara rentang tahun 1982 hingga tahun 1986. Oiyaa…..Sar, Yamaha V80 yang kamu punya sekarang ini dapatnya diharga berapa pas beli??? Kataku memotong ucapan Kesar. Untuk Harga ya jelas….. Tergantung kondisi motor, mesinnya sehat apa udah rembes??? Bodi motor dan printilannya masih utuh apa ndak???…. kalo harga rata-rata pasarannya sekarang ya antara satu juta hingga 8 jutaan, bahkan untuk yang kondisi full restorasi dengan menggunakan sprepart full orginal yang NOS ( New old Stock) mampu terjual hingga 14 juta dan tentunya sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Iyaaa…. Asal Cocok Bayar Bro, jawabku. Naaahhh!!! Betul itu, balas Kesar. Walaupun Di perkotaan Motor 2 Tak sudah amat jarang terlihat, tapi untuk di pedesaan. Sepeda motor 2 tak seperti ini sebenarnya masih sering sliweran mengangkut hasil dari ladang atau persawahan. tapi kalo buat nanjak ke gunung ya jelas….. Amat kurang nampol, yang ada Loe disuruh ndorong pas ditanjakan hahahahaha…..😂😂😂

Btw….. Sorry nie, aku ndak bisa lama-lama Bro. Jawab Kesar. Emang mau kemana lagi abis ini Sar?? balasku.
biasa beliin titipan cewekku dulu abis itu balik rumah

tuch…. Hapemu bunyi, kataku.

naaahh…. Kan bener, bentar ya…. (sambil menerima telepon dari ceweknya)

Ya udah Bro…. Aku cabut dulu, maen-maen nae ke rumah ku.

siap Sar!!! Masih yang di rumah dulu itu kan???…..

eeehh!!!…. Aku udah ndak disana, kabarin aja kalo ke rumah ntar aku share lokasi.

Yoiii…. Siap Sar, Ntar pas libur kerja aku sempatin maen ke rumahmu.

Sampai Jumpa Lagi Bro, Kata Kesar padaku. lalu Kujawaba…. Hati-hati di jalan Bro, ucapku pada Kesar. Setelah Kawanku pulang, maka aku pun kembali berkutat dengan pekerjaanku hingga tak terasa waktu telah menunjukkan untuk saatnya pulang ke rumah. Terima kasih.

Jangan Lupa Bahagia.

2 Comments

1 Trackback / Pingback

  1. Suzuki Family FR 80 Idolanya Keluarga Era 70an - Dua Tak

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*