Suzuki Family FR 80 Idolanya Keluarga Era 70an

sore ini, baru saja kumasukkan sepeda motor ke garasi, tiba-tiba Mimin datang plus bawa gorengan. Bang…. ini aku bawakan gorengan, kata Mimin. “Eeeiittzzzz….. Yang abis gajian euy, tumben traktir” balasku.  Ya… mumpung masih pegang duit bang, ntar juga kalo nipis nampungnya ke abang hehehehehe……😂😂 Kekeh Mimin. Oooo!!!!…. Dasar bocah semprul, kataku tak kalah sengit sambil melempar sarung tangan kearah Mimin.  Abis magrib kita nongkrong di warungnya Bu Painem ya Min, kataku pada Mimin. Beres Bang…. aku numpang mandi ya, maklum air lagi ngadat jadi ndak keluar ( sambil cengar-cengir garuk kepala) kata Mimin. Tuch…. Kan!!! Bener, kalo kamu baik pasti ada maunya. Balasku kembali. selepas Magrib kami pun berangkat menuju warungnya Bu Painem, tentu saja Mimin sudah pasti numpang denganku. Sesampainya disana, tak berapa lama kemudian datanglah Rojak, Tigor Yudis dan Sarmidi. Motor sengaja kami parkir dengan rapi, agar orang-orang dapat melihat dengan jelas bahwa penunggang 2 Stroke seperti kami ini masih eksis.

sementara kami yang di warung sedang asiek ngobrol ngalor ngidul ngulon ngetan, tetiba saja terdengar bunyi khas motor 2 langkah. Trrreeeng!!!…… Treeeng!!!!…. Teeeeng!!!!…. Teeeeng!!!….. Trrreeeng!!!…. Dan kami pun masih asiek tenggelam dalam senda gurau, tak lama kemudian terdengar. Bu…. Nasi campur ama teh angetnya satu ya, jawab pemuda yang baru saja masuk dan duduk dekat kami tersebut. Tigor pun memulai pembicaraan :

Bang!!! Itu tadi Abang yang bawa ya???

Ohhh!!!…. Iya Bang, Kenapa ya???

Tak apa…. Motor kau antik, seperti motor kami ini.

cuman bisa rawat motor tua bang….

samalah…. Aku pun tak mampu beli motor Baru.

Suzuki apa itu Bang?? Balas Mimin.

Suzuki FR 80 Bang….

Antik juga motor Loe…. Jawab Rojak.

Gabung sini aja Bang, kita nongkrong bareng….. Balasku.

Suzuki FR 80 seri Awal

Kami pun akhirnya memperkenalkan diri satu demi satu dan si pemilik Suzuki FR 80 ini bernama Prapanca. Ini Pesanannya Nak, Kata Bu Painem. Maaf ya…. Saya sambil makan, kata Prapanca. Silahkan Breehh….. kita mah nyante wae, balas Rojak. Mimin Pun tak kalah ikut bertanya….. Bang, itu udah berapa lama pegang motornya??…. Boleh tau ndak sejarahnya motor ini.

Sabarlah kau Min…. Orang belum juga makan sudah banyak tanya kau ini, jawab Tigor.

hehehehehe…..😁😁 sabar Bang, saya selesaikan makan dahulu, setelah ini saya jelaskan.

Sembari menunggu kawan baru ini selesai makan, kami pun ngobrol santai terlebih dahulu sekedar bertanya asal darimana dan kenapa lebih memilih motor tua khususnya 2 Tak. Tak lama kemudian, Kawan baru yang baru saja kita kenal di warung ini mulai menceritakan tentang seluk beluk Suzuki FR80 miliknya pada kami semua yang ada di warung.

Suzuki merilis FR 80 pertama kali pada tahun 1973. Saat itu, motor yang juga kerap disebut Suzuki Family ini disejajarkan dengan Yamaha V80 dan juga Honda Super Cup C70. Bisa dibilang, tiga motor ini bersaing ketat dalam segmen motor bebek pada era itu. Motor Suzuki FR 80 merupakan salah satu kendaraan roda dua jenis motor bebek yang diproduksi oleh pabrikan Suzuki antara tahun 1973 sampai 1980 yang sangat diminati oleh masyarakat luas dengan berbagai keunggulan yang dimilikinya.

Suzuki FR 80 versi CDI tahun 1980an

Pada saat pertama kali dirilis, Suzuki FR 80 mengusung lampu depan berbentuk kotak dan lampu belakang model terpisah dengan bodi dan berukuran kecil, serta material spion dari bahan alumunium. Lalu, menjelang awal tahun 1980-an, Suzuki memperbarui model FR 80 dengan perubahan mencolok pada lampu belakang berukuran lebih besar yang menyatu dengan bodi tengah serta material spion yang sudah menggunakan bahan plastik. Seri Suzuki FR 80 yang keluar diawal tahun 1980 sudah menggunakan pengapian CDI menggantikan pengapian Platina di seri sebelumnya. Kampas kopling Suzuki FR 80 juga banyak dicari karena dikenal awet dan lebih tebal sehingga banyak digunakan pada motor bebek modern.

Sementara untuk sektor jantung pacu, Suzuki membekali model FR 80 dengan mesin tipe 2 stroke, rebah, silinder tunggal, berkapasitas 79cc, berpendingin udara. Dengan bekal tersebut, motor ini diklaim mampu meletupkan tenaga maksimal sebesar 6,8 HP pada putaran 4.500 rpm dan torsi puncak menembus 8,04 Nm pada putaran 4.500 rpm melalui sistem transmisi tiga percepatan serta telahmemiliki sistem pencampuran tersendiri (Suzuki CCI System). jadi tak perlu mencampurkan oli samping ke dalam tangki bensin karna telah memiliki tangki oli samping yang terpisah. Untuk menghidupkan mesin masih menggunakan kick stater dengan dibantu baterai berkapasitas kecil (6V) untuk memudahkan saat awal menghidupkan motor, menghidupkan lampu-lampu dan klakson. Ini kalo kurang ada spesifikasi lengkapnya :

Spesifikasi Suzuki Family FR 80
Jenis Cub / Bebek / Step Through
Tipe V80
Mesin Single Cylinder, 80cc, Two Stroke
Bore X Stroke 49 x 42 mm
Sistem Bahan Bakar Karburator
Transmisi Manual automatic clutch 3 Speed
Max Power 6.8 hp @ 5,500 rpm
Max Torque 8.04 Nm @ 4,500 rpm
Lubrication Suzuki CCI System
Fuel tank capacity  –
Oil tank capacity  –
Pengapian Platina (Flywheel Magneto) 1973

CDI tahun 1980

Spark Plug NGK BPR6HS
Battery/accu 6 Volt (Yuasa 6N4-2A)
Panjang X Lebar X Tinggi 1825 x 650 x 1050 mm
Berat Kosong 73 KG
Kompresi 6,7 : 1
SuspensiDepan & Belakang leading link (depan)
swingarm, double shockbreaker (Belakang)
Ukuran Ban
depan & belakang
2.25-17 – 4pr (depan)
2.50-17 – 6pr (belakang)
Rem depan & Belakang Drum Brake

Sepeda motor Suzuki FR 80 ini, jika mesinnya dalam keadaan sehat wal’afiat mampu digeber hingga 45 mph alias 72 Km / jam. bagi para penyuka kecepatan tentu dirasa tidak kencang, tapi cukuplah untuk sekedar putar-putar keliling kota dengan santai menikmati angin sore kawan. Jika kalian kepincut dan ingin membeli sepeda motor ini, harga yang ditawarkan terbilang masih dapat dijangkau kawan. Hanya dengan 2.5 juta saja sudah dapat sepeda motor Suzuki FR 80 ini dalam kondisi utuh, surat menyurat lengkap dan pastinya siap gas tipis-tipis. Namun untuk yang kondisi istimewa bisa sampe 5 jutaan kawan. Yappzzz…. Sekiranya segitu dulu yang saya ketahui, jika ada yang mau menambahkan silahkan kawan. Kata Prapanca menutup pembicaraan.

Mantap kali penjelasan kau ini, balas Tigor

makasih banyak kawan sudah berbagi ilmu pada kami, jawab Mimin.

Saya hanya tahu sedikit aja Bang, mungkin disini ada yang lebih paham. Ucap Prapanca

Yaelaaahh!!! kita ini kagak tau sama sekali, makanya kan Loe yang punya motor mustinya lebih paham. makanya kita semua nie bertanya ama Loe, balas Rojak.

Tanpa terasa…. Perjumpaan singkat kami, membuahkan sebuah pertemanan baru dan sebelum kami semua berpisah untuk pulang ke rumah masing-masing. Kami pun bertukar kontak telepon dengan Prapanca, siapa tahu dilain waktu dapat berjumpa kembali dan saling bertukar pengalaman seputar sepeda motor, khususnya motor 2 Tak. Terima Kasih.

Jangan Lupa Bahagia.

 

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*