Redupnya Sinar Yamaha RX-R 115 Yang Nggak Setenar Saudaranya

Segelas es kelapa muda sungguh nikmat menemani sore yang tak mau mereda panasnya. Berhubung es kelapa mudanya sudah habis jadi Kuputuskan untuk keluar sejenak mencari suasana plus mendinginkan badan, mungkin ngadem di mini market waralaba lebih enak. Apalagi tiap masuk pasti ada yang manggil dengan sebutan kakak hahahahaha…..😂😂. Begitu kelar belanja di mini market, segera saja aku nongkrong di depan mini market tersebut yang telah disediakan meja dan kursi untuk beristirahat. Sambil sekalian cuci mata, biasanya ada aja yang bening-bening muncul. Mulai dari ABG baru belajar dandan, cabe-cabean yang udah lewat expired datenya sampe mahmud alias mamah muda dengan dandannya yang bikin tiap lelaki memandang jadi bergelora. Treeeng!!!….. Teeeng!!!….. Teeeng!!!…. bunyi khas motor 2 Tak merepet-merepet pedes gitu kawan. Bisa dipastikan bunyi khas ini adalah klan dari Yamaha RX Series yang memang terkenal paling beda sendiri suaranya.

Terlihat jelas seorang lelaki yang kisaran umurnya sudah diatas kepala 4 ini masih mengenakan pakaian dinas suatu instansi pemerintahan. Begitu orang tersebut masuk ke dalam mini market, segera kulihat sepeda motor tersebut yang kebetulan terparkir pas disebelah motor Honda NSR buluk milikku. “Ini Yamaha RX jenis apa ya yang digunakan???…..” gumamku. Emblem yang tersemat di box Accu nya RX-R denga huruf R nya persis seperti huruf R pada go Yamaha Alfa II-R. Jok bagian belakangnya menggunakan 2 layer warna yaitu merah pada bagian bawah dan sisanya berwarna hitam. lalu bagian mesinnya keseluruhan dilabur dengan warna hitam. Sekilas…. Motor ini persis sekali dengan Yamaha RX Spesial. Sedang asiek-asieknya melihat, aku pun ditegur dengan sang pemilik motor. ” kenapa Dek??? kok saya perhatikan serius sekali mantengin motor saya ini?? ” kata bapak tersebut padaku.

“Anu….. Nganu…. Pak, saya penasaran dengan sepeda motor bapak”. Balasku

“oalaaahh…. Ini cuman motor dinas Nak”, jawab bapak tersebut.

“daripada ngobrolnya disini mending disana saja nak”, kata bapak tersebut kembali.

Obrolan kami lanjutkan di teras mini market waralaba tersebut. Kendaraan tersebut ternyata adalah kendaraan Dinas si bapak tersebut yang mengenalkan diri dengan nama Wahyudi padaku. Pak Wahyu nampaknya cukup antusias padaku yang gemar dengan motor tua watch 2 Stroke, karna beliau pun juga ternyata memiliki beberapa motor 2 Langkah terpakir rapi di garasi rumahnya. “Motor adek juga langka tuch….” Kata Pak Wahyu. “Anuu….. cuman motor biasa Pak, itu pun juga belum sehat bener motornya”, kataku.

Ku beranikan diri untuk bertanya pada Pak Wahyu. “Kalo boleh tau sejarahnya sepeda motor Yamaha RX-R ini seperti apa ya Pak????……”

“Sepeda motor ini dikeluarkan bisa jadi sebagai pilihan selain, go Yamaha RX Special Nak dan kalo tidak salah di tahun 1988″, jawab Pak Wahyu.

“Berarti motor ini hadir setelah Yamaha RX-Z 135 ya Pak??….” Kataku kembali.

“Benar…. Tapi unitnya tak begitu banyak, selain itu kalah saing dengan sodaranya sendiri yaitu RX Special dan kemungkinan, agak terganjal dengan pesona sang kakak, yakni Yamaha RX-Special yang sama-sama mempunyai kapasitas mesin 115cc. Betapa tidak, dengan tipikal model yang hampir sama, hanya beda warna saja yg lebih sporty, Hal berikutnya yang membedakan Yamaha RX-R dengan Yamaha RX-Special hanya stripping saja yang lebih sporty dan tentu emblem namanya. Membuat konsumen waktu itu bingung atau entah kenapa tidak menjatuhkan pilihannya ke motor ini. “.

 

“Saya sendiri juga bingung Pak, Karna varian dari Yamaha RX Series ini banyak sekali”

 

Pak Wahyu pun mulai meceritakan padaku : Pada periode tahun 80-an di tahun-tahun ini Yamaha mulai aktif menelurkan motor-motornya di Indonesia tercatat ada 6 tipe motor, salah satunya adalah sang legenda yaitu RX King yang lahir tahun 1983, selain itu ada juga motor bebek Yamaha 80, dan juga varian motor laki RX lainnya. Bisa dikatakan kalo Yamaha RX-R ini berbagi mesin dengan sang kakak yang telah lebih dulu hadir yaitu Yamaha RX Special. menggunakan mesin 2 Tak silinder tunggal 115 CC berpendingin udara dengan ukuran Bore X Stroke sebesar 54 mm × 50 mm didukung sistem pengkabutan bahan bakar karburator Mikuni vm 22 SC mampu memuntahkan daya kuda sebesar 15,5 HP @ 8500 rpm dan Torsi sebesar 1,35 kgf.m @ 8000 rpm.

Sektor pengapian mesin sudah menggunakan CDI dengan kelistrikan 12 Volt dan hanya mengandalkan kick stater, serta manual kopling tipe basah yang menerapkan 5 percepatan mampu dipacu hingga lebih dari 120 km/jam. Kapasitas tangki BBM 9 liter dan kapasitas oli samping 1.2 liter, suspensi depan teleskopik dengan dilengkapi penghenti laju disk brake untuk roda depan yang berukuran 18″-250, dan roda belakang 18″-275 yang masih mengandalkan tromol untuk menahan laju putaran rodanya, serta yang terakhir berat total motor adalah 94 kg. Berikut ini spesifikasi teknisnya, buat kalian yang hobi copas Hahahahaha…… 😂😂😂 :

Spesifikasi Yamaha RX-R
Jenis Sport Tourer
Tipe RX-R
Mesin Single Cylinder, 115cc, Two Stroke
Bore X Stroke 54 x 50 mm
Sistem Bahan Bakar Karburator Mikuni  Mikuni VM 22 SC
Kompresi 7.2 : 1
Transmisi Manual clutch 5 Speed
Max Power 15.5 HP @8,500 rpm.
Max Torque 1.35 kg-m @8,000 rev
Lubrication Autolube
Fuel tank capacity 9.0 Liter
Oil tank capacity 1,3 Liter
Pengapian CDI
Berat Kosong 94 KG
Battery/accu  12 Volt
Panjang X Lebar X Tinggi 1950 x 745 x 1035 mm
Tinggi jok 780 mm
Wheelbase 1.240mm
Ground Clereance 155 mm
SuspensiDepan & Belakang Telescopic (depan)
swingarm, double shockbreaker (Belakang)
Ukuran Ban
depan & belakang
2.50-18 – 4pr (depan)
2.75-18 – 4pr (belakang)
Rem depan & Belakang Disk Brake ( depan )  I  Drum Brake( Belakang )

Sayangnya….. Yamaha RX-R ini tidak jelas sampe kapan masih terjual, sempat lihat di salah satu situs jual beli diiklankan keluaran tahun 1992 dengan harga 52 juta. Sungguh fantastis, mengingat sebelumnya juga pernah viral RX King terjual sampe 50 jutaan. Jika melihat harga jualnya sekarang dikisaran harganya juga tak pasti, karna sejatinya sepeda motor ini sangat sedikit sekali jumlahnya di Indonesia. “Mungkin ada yang tahu berapa pasarannya sekarang??….. Kurang lebih hanya segitu yang saya tahu Nak. Maklum di jamannya mungkin ini termasuk produk gagal”. Kata Pak Wahyu mengakhiri ceritanya. “Makasih Banyak Pak, Sudah mau berbagi ilmu dengan saya”. Ucapku pada Pak Wahyu.

“Okee…. Nak, kalo gitu saya pamit dulu. sudah saatnya untuk waktunya pulang ke rumah” Kata Pak Wahyu yang kemudian berpamitan. Aku pun menjabat tangan Pak Wahyu dan kami pun akhirnya pulang ke rumah masing-masing. Terima kasih.

Jangan Lupa Bahagia.

 

 

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*