Motor 2 Tak Eksotis Itu Bernama Yamaha AS1/YASI Sob!!!….

mentari masih saja malu menampakkan sinarnya, tertutup awan mendung yang sesekali ditemani rintik-rintik hujan jatuh membasahi bumi yang haus akan bulir-bulir hujan. Mumpung hujan belum turun kembali, kusempatkan mampir ke rumah Mimin. Tumben aja itu bocah kagak nongol di rumah hari ini, kali aja nie bocah lagi sakit. Tak perlu begitu jauh ku melangkah untuk menuju rumah Mimin, hanya butuh 5 menit jalan kaki saja dan aku pun telah sampai di depan rumah Mimin. “Assalamu’alaikum….. Lagi ngapaen Min” Tanyaku pada Mimin yang sedang asiek utak atik motor Yamaha 2 tak.

“Wa’alaikusalam….. Ini Bang, lagi servisin motornya mbah Gugel” Jawab Mimin.

“Oalaaah!!!!….. Lumayan tuch Min, biasanya kalo udah beres dapet duit Rokok dari mbah Gugel” Balasku.

“Yoiii….. Bang, maklum kalangan Elit alias Ekonomi Sulit hahahahaha…..” Jawab Mimin disertai gelak tawanya.

Yamaha AS3 ini ya Min???….. ” Tanyaku.

“Bukan Bang, Ini Yamaha AS1 atau orang Indonesia biasa sebut dengan  Yamaha Yasi” Balas Mimin.

“Dilihat dari bentuknya, Yamaha Yasi memiliki desain motor sport era 60an tepatnya 1968 dengan ciri khas seperti lampu depan menyatu dengan speedometer, tangki besar dengan jok tebal dan shockbreaker yang diberi cover. Selain itu ciri Khas motor 2 silinder atau lebih jaman dulu knalpotnya lurus tidak menjulang keatas serta terdapat 2 buah disisi kanan dan kiri”. Kataku pada Mimin.

“Betul Bang, selain itu speda motor di tahun 60an tidak terlalu mementingkan gimmic fitur-fitur canggih yang kadang malah tidak berguna seperti motor jaman sekarang. Semua komponen motor ini masih serba manual dan sederhana. Rem Yamaha Yasi ini masih memakai teromol dibagian depan dan belakangnya. Walau begitu, rem teromol ini termasuk besar ukurannya sesuai dengan performanya mengurangi laju motor. Speedometer motor ini masih sangat sederhana dengan hanya menampilkan penunjuk kecepatan, odometer, sebuah indikator sein dan gigi netral. Starternya masih hanya mengandalkan kick starter sementara untuk pengapiannya masih memakai flywheel magneto alias platina yang jumlahnya 2 buah”. Balas Mimin Padaku.

“Kalo aku lihat, Pada Yamaha Yasi ini beberapa part seperti swing arm, velg, rem, suspensi sampai setang semua diambil dari Yamaha FS1E ya Min???…..”

“Betul bang, Ini yang membuat Yamaha Yasi terkenal lincah dan ringan kala dipakai dijalan berkelok dan tikungan tajam”. Jawab Mimin kembali.

Mantapnya lagi Bang, Yamaha Yasi ini kan mesinnya hanya 125 cc 2 Stroke dengan dua silinder segaris yang otomatis membutuhkan 2 buah karburator Mikuni VM17SC dan pengapiannya tentu menggunakan 2 buah Platina. Bagian Jantung pacu disupport oleh Bore X Stroke berukuran 43 x 43mm dengan kompresi mesin 7:1 mampu memuntahkan daya kuda sebesar 15 hp @ 8500rpm dan Torsi sebesar 11ft-lbs @ 7000rpm, ditunjang oleh transmisi 5 percepatan manual mampu meraih kecepatan puncak hingga 120 km/jam. Ini aku bukain Spesifikasi lengkapnya Bang :

Make Model

Yamaha AS1 / YASI

Year

1968

Engine

Two strokeTwin Cylinder

Capacity

124 CC
Bore x Stroke 43 x 43mm
Compression Ratio 7.0:1
Cooling System Air cooled

Lubrication

Autolube

Ignition

Magneto / Platina

Starting

Kick

Max Power

15.00 HP (10.9 kW)) @ 8500 RPM

Max Torque

12.74 Nm (1.3 kgf-m or 9.4 ft.lbs) @ 8000 RPM

Transmission

5 Speed

Final Drive

Chain

Front Suspension

Telescopic forks

Rear Suspension

Twin shocks, springs

Front Brakes

Drum

Rear Brakes

Drum

Front Tyre

2.50-18

Rear Tyre

2.75-18

Weight

94 Kg

Spark Plugs

Dimensions

Lenght: 1,854 mm (73.0 inches)
Width:    671 mm (26.4 inches)
Height: 1,011 mm (39.8 inches))

Wheelbase

1,072 mm (42.2 inches)

Ground Clearance

150 mm (5.9 inches)

Fuel Capacity

9.46 litres (2.50 gallons)

Top Speed

120.7 km/h (75.0 mph)

Kelebihan motor ini ada pada performanya Bang, ya walaupun diatas kertas tenaga dari Yamaha Yasi 2 Langkah ini tidak jauh beda dengan Yamaha Vixion jaman sekarang, namun dengan berat yang hanya 98 kg membuat motor ini terasa sangat kencang. Bentuk motor ini juga tergolong sangat eksotis dengan 2 karbu dan 2 knalpot walau mesinnya terlihat kecil karena 2 tak.

Kelemahan motor ini adalah susahnya setel platina dan karburatornya karena jika ada perbedaan pada settingnya membuat tenaga motor ini kurang. Belum lagi jika dibawa pelan di Rpm rendah, motor ini kadang terasa brebet dan mesin seakan mau mati. Ini juga belom nemu setelannya bang. Ucap mimin panjang lebar padaku.

“Ogaahh!!!!…. Ntar tangan ane cemong semua, malah ilang nanti kegantenganku Min” Balasku pada Mimin.

“Aseemmb!!!….. Bener-bener dach, abangku satu ini”

“ini kalo dijual, pasarannya berapa sekarang, Min???….”

“kalo Kondisinya ciamik kayak gini, bisa direntang harga antara 12 juta sampe 25 juta Bang. Tapi ya balik lagi….. asal suka ama suka bayar”

“Yo wes!!! Aku pulang dulu ya Min, Bye!!!….”

“Yaaachh!!!….. Somplak, malah ditinggal lagi. Wooiiii Bang!!! bantuin sini”

“Ogaaahh…..”

Akhirnya kutinggalkan saja Mimin yang sedang sibuk nyetel platina Yamaha Yasi, mana jumlahnya 2 biji pula yang kudu disetel. Biarin aja tuch anak…. Sesekali biar belajar oprek motor, lagian motor ntar yang terima duit dia doang. Laaahhh!!!…. Aku cuman dapat operation Thank you…. Yang ada zonder honorarium, jelas ogahlaahhh!!!!…. Sesampainya di rumah segera mandi karna mendung ini malah bikin badan makin gerah dan bersiap untuk melaksanakan ibadah Ashar. Terima kasih.

Jangan Lupa Bahagia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*