Suzuki TS 125 Series Motor Enduro Yang Harga Bekasnya Makin Melambung

Sore ini ditengah gemuruh suara saling bersahut cerita diselingi gelak tawa, tetiba saja Treeeng!!!….. Trrrreeeng!!!!…. Teeeng!!!!…. Teeeng!!!!….. SI tigor nongol dari balik gerbang dengan membawa sebuah motor 2 Tak berukuran jangkung. Dilihat sekilas nampaknya Suzuki TS 125. Benar saja, setelah Tigor memasukkan motornya ke garasi rumahku tampak jelas sebuah Sepeda motor Suzuki TS 125 keluaran akhir terparkir dengan penuh lumpur.

“eeehhh!!!….. Loe abis nyari rumput buat kambing Ya???…” Tanya si Rojak.

“Ndaklaah!!!…. Tadi maen trail ama om aku”. Balas Tigor.

“Ooohhh!!!…. Kirain abis dari kebon masih pake sepau boots gitu” Balas Rojak.

“Enaak kali kau ngomong Jak, Kutampar kaya kau nanti” Balas Tigor.

“Lhaaa…. Itu motor siapa abang pake sekarang??….” Tanya Mimin.

“Yaa… Motor Om akulah” Balas Tigor pada Mimin.

“Gor…. itu ada selang, kamu cuci motormu sekalian bersihin dulu tuch badanmu yang belepotan” kataku pada Tigor.

“iyaa….. Bang, santai dikitlah…” jawab Tigor padaku.

“Eeehh!!!!…. Kau tau ndak?!?!…. Masuk teras ini batas suci” Jawabku kembali.

“Baaahhh!!!….. Kau pikir ini Masjid kali pake batas suci pulak” sahut Tigor padaku.

“Udaaahh!!!…. Kagak usah banyak omong, cepetan bebersih gih, baru masuk kemari” balasku.

“Bang…. Sambil nyuci motornya, ceritainlah sejarah motor trail 2 langkah ini” Tanya Mimin pada Tigor.

“Gampang itu Min, kau bikinkan aku kopi sana….. Nanti kuceritakan” Balas Tigor.

“Haadeeehhh!!!!….. Ya bang, aku bikinkan kopi” Jawab Mimin dengan rada kesal.

Suzuki TS 125 Pada awalnya, Suzuki TS model pertama diperkenalkan oleh Suzuki Jepang di tahun 1970. Mengusung nama Suzuki TS125R atau TS Duster, motor untuk kegiatan lintas alam ini cuma dijual dan dipasarkan di Amerika dan Jepang. Suzuki TS 125 dengan gaya Trail-Enduro, sebenarnya telah hadir di Indonesia sejak tahun 1976. Sedangkan yang masuk ke Indonesia pertama kali adalah Suzuki TS 125 varian T-code A, yang diluncurkan oleh Suzuki Jepang pada tahun 1975, masuk ke Indonesia pada tahun 1976, yang lebih dikenal dengan nama TS 125A, tentunya saat ini sudah jarang sekali penampakannya. Penampilan sama seperti Suzuki TS 125T produksi pertama tahun 1970.

Hadir dengan pesona gagah kaki kekar. Namun kurang mendapat sambutan hangat dari para pengguna sepeda motor di Indonesia. Produk Suzuki ini merupakan sepeda motor trail-enduro yang mampu menjelajah berbagai medan berat di Indonesia.
Karena kehadiran Suzuki TS 125A ini lah yang memancing terlaksananya beberapa event balap motocross pada era 70-an, sehingga memicu gairah anak muda di Indonesia untuk menjadikan Suzuki TS 125 A menjadi tunggangan mereka.

Pada tahun 1977, Suzuki TS 125 yang berkode B ini mulai mengalami perubahan pada bentuk, terutama pada tangki yang lebih ramping dan sporty, kemudian knalpot yang ditempatkan di sebelah atas, berbeda dengan produk sebelumnya yang mulai dari bawah. Hadirnya Suzuki TS 125B ini semakin membangkit gairah anak muda era 70-an untuk memiliki kuda besi ini, terutama untuk ajang balap motocross.

Pada tahun 1978, Suzuki TS 125 yang berkode C. Untuk keluaran tahun 1978 ini, tidak ada perbedaan dengan produk sebelumnya “TS 125B”. Spec mesin sama dengan tahun 1977, Shock depan teleskopik dan dual shock dibelakang. Perbedaan hanya pada striping tangki, yang sedikit berubah. Setelah produk Suzuki TS 125C, tidak dilanjutkan produksinya, untuk sementara dihentikan pada tahun 1980an.

Perubahan revolusioner mulai diterapkan di model Suzuki TS 125 berikutnya,, seiring dengan pesatnya perkembangan balap motocross dunia, teknologi balap mulai diterapkan oleh Suzuki ke varian ini. Dikenal dengan Kode TS 125ER (TS125 Code Z) berumur produksi dari tahun 1980 sd 1982, bisa dibilang teknologi kaki-kaki yang advance pada zamannya, sistem monoshock dengan linkage unitrak, desain katup buluh (reed valve) yang berbeda utk meningkatkan torsi.

Pada tahun 1993, Suzuki Indonesia memunculkan kembali species TS 125, yaitu dengan menghadirkan TS 125 ER dengan penampilan yang berbeda dengan produk-produk sebelumnya. Penampilan yang lebih mendekati ke bentuk Suzuki RM, menjadikan produk ini pun laris manis, nyaris tidak ada saingan untuk kelas Trail-Enduro 2-tak pada era 90-an hingga 2000an awal.

Suzuki TS 125 ER walaupun hadir kembali, tapi ini merupakan produk terakhir dari species TS 125, perjalanan bertahan sampai tahun 2005, hingga akhirnya dihentikan sama sekali. Dalam kurun waktu 1993-2005 tidak ada perubahan sama sekali pada TS 125ER ini, hanya perubahan warna dan stripping pada tahun 2004-2005 sebagai edisi terakhir dijual di Indonesia.

Sebenarnya varian motor 2 Stroke ini mempunyai transmisi 6 percepatan. Masuk ke pasar Indonesia mulai tahun 1993 dan terus diproduksi hingga tahun 2005. walaupun modelnya jadul, tapi ketangguhannya diakui oleh off roader Indonesia. Mekanisme mesin yang sederhana, hanya bermodal air-cooled engine, membuatnya sangat tangguh dan reliable utk kontur tanah Indonesia. inilah versi terakhir TS di indonesia, entah kenapa suzuki tidak melanjutkan hegemoni mereka di pasar motor trail jaman itu.

TS-125 juga memiliki saudara yan sealiran dan seangkatan juga, versi jejak yang disebut TC-125 (Prospector di USA) dengan gearbox dual-range dengan delapan kecepatan, rak bagasi dan pelindung lumpur depan yang dipasang lebih tinggi yang membuat motor lebih cocok untuk medan. Seri jejak TC dibangun dari 90 hingga 250cc tetapi seluruh seri model dihentikan pada tahun tujuh puluhan. Seri TS lebih sukses dan beberapa model TS masih diproduksi. TS 125 versi tahun 1993 inilah yang menjadi primadona kelas trail di Indonesia, bahkan sampe sekarang unit bekasnya pun masih banyak yang cari. Mungkin, inilah satu-satunya motor bekas 2 tak Suzuki Indonesia yang harga bekasnya mahal emoticon-Hammer (S) .

Sayangnya, untuk model di Indonesia hanya mentok pada Suzuki TS 125ER saja. Padahal di negara asalnya sana, yaitu Jepang Suzuki TS 125 ER hanya bertahan samapi 3 tahun saja, setelah itu terjadi rombakan total. Bisa dibilang ini adalah era TS dengan mesin modern. Mesin berpendingin udara mulai ditinggalkan, digantikan dengan mesin pendingin cairan, perubahan total pada sistem porting silinder, karburator, dan lain – lain menjadikannya hampir dua kali lipat lebih bertenaga dibanding mesin spesifikasi Sebelumnya.

Diberi nama oleh pabrikan Suzuki dengan nama Suzuki TS 125X, model pertama yg keluar di tahun 1984. Lebih ringan, lebih modern dan lebih reliable. Walaupun tetap mengusung mesin 125cc, tapi tenaga yg dikeluarkan mencapai 22 hp @9500 rpm.. bandingkan dengan generasi TS 125ER yang hanya 14 hp @ 7.000 rpm. Model pertama ini mengusung body yang bisa dikatakan sudah cukup modern, tapi masih menggunakan rem depan teromol untuk keluaran tahun 1984, sedangkan edisi tahun 1988 Suzuki TS 125 X ini sudah mengaplikasikan rem cakram depan. Untuk Spesifikasinya, kalian lihat saja di duatak.com disitu ada spesifikasi lengkapnya :

Make Model

Suzuki TS 125 A B C ER

Year

1976 – 1980 Seri ABC

1993-2005 Seri ER

Engine

Two stroke, single cylinder, piston and reed valve

Capacity

123 cc / 7.5 cu in
Bore x Stroke 56 x 50 mm
Compression Ratio 6.6:1
Cooling System Air cooled
Lubrication System CCI automatic lube

Induction

Mikuni VM24SH carburetor

Ignition

Suzuki PEI

Starting

Kick

Battery

6V, 4Ah

Spark Plug

NGK B8ES or NIPPON DENSO W24ES

Max Power

10.4 kW / 14 hp @ 7000 rpm

Max Torque

14.7 Nm / 1.5 kgf-m / 10.8 lb-ft @ 6000 rpm.

Clutch

Wet, multi-plate

Transmission

6 Speed

Final Drive

Chain, DAIDO #428D, 116 links

Primary Reduction

3.562 (57/16)

Gear Ratios

1st 3.090 (34/11) / 2nd 2.000 (30/15) / 3rd 1.368 (26/19) / 4th 1.095 (23/21) / 5th 0.956 (22/23) / 6th 0.840 (21/25)

Final Reduction

3.066 (46/15)

Front Suspension

Telescopic fork, oil damped

Rear Suspension

Swingarm, twin shocks, 5-way adjustable, oil damped

Front Brakes

Drum, internal expanding

Rear Brakes

Drum, internal expanding

Front Tyre

2.75-21 4PR

Rear Tyre

4.10-18 4PR

Dimensions

Length: 2020 mm / 83.5 in
Width:     800 mm / 31.5 in
Height:  1135 mm / 44.7 in

Wheelbase

1350 mm / 53.1 in

Ground Clearance

250 mm / 9.8 in

Steering Angle (left and right)

40o

Climbing Ability

34o

Caster

60o

Trail

147 mm / 5.79 in

Dry Weight

97 kg / 214 lbs

Wet Weight

106 kg / 234 lbs

Fuel Capacity 

7 Litres / 1.8 US gal / 15 Imp gal

Fuel Reserve

1.5 Litres / 1.6 US qt / 1.3 Imp qt

Engine Oil Capacity

1.2 Litres / 1.3 US qt / 1.1 Imp qt

Transmission Oil Capacity

0.7 Litres / 1.5 US pt / 1.2 Imp pt

Make Model

Suzuki TS 125  X

Year

1987 – 89

Engine

Two stroke, single cylinder

Capacity

123 cc / 7.5 cu in
Bore x Stroke 56 x 50 mm
Compression Ratio 6.7:1
Cooling System Liquid cooled

Ignition

Suzuki PEI

Starting

Kick

Max Power

16.4 kW / 22 hp @ 8000 rpm

Max Torque

18.6 Nm / 1.9 kgf-m / 13.7 lb-ft @ 7500 rpm.

Transmission

6-Speed

Final Drive

Chain

Front Suspension

Telescopic fork

Rear Suspension

Swingarm, mono-shock

Front Brakes

Drum I Disc (1988-1991)

Rear Brakes

Drum

Front Tyre

2.75-21

Rear Tyre

3.25-18
Dimensions Length: 2095 mm / 82.5 in
Wheelbase 1430 mm / 56.3 in
Ground Clearance 290 mm / 11.4 in
Seat Height 865 mm / 34.1 in

Dry Weight

100 kg / 220 lbs

Wet Weight

110 kg / 243 lbs

kalian Kudu Ingat…. Seri yang beredar di Indonesia mentok sampe Suzuki TS 125ER, tapi tak tau juga jika seri Suzuki TS 125X masuk Indonesia. karna hal itu mungkin saja, jika melihat kendaraan aparat pemerintah yang jarang kita lihat di jalan sliweran. Jika Kalian bertanya padaku tentang harga jual Suzuki TS 125 ER ini. Contohnya dengan kondisi yang mulus terawat, full standard, mesin sehat, semuanya masih original, dan surat-surat lengkap, dibandrol Rp 25-35 juta pun bakal jadi rebutan. Motor ini pun bisa dikatakan sebagai salah satu motor Legend di kelas Trail yang pernah beredar di Indnoesia.

Seri Suzuki TS 125 A B C saja banderol harga bekas termurahnya masih diangka Belasan Juta kawan. maklum motor dengan ukuran Bore X Stroke 56 x 50 mm berpendingin udara ini mampu meraih kecepatan puncak sampai diatas 120 km/jam, cukup kencang tapi lebih dari cukup bikin ciut nyali. Bayangin aja lari kecepatan segitu dengan motor jangkung tentu terasa limbung saat terkena hempasan angin. Mampu menghasilkan daya kuda sebesar 10.4 kW / 14 hp @ 7000 rpm dan Torsi yang dihasilkan sebesar 14.7 Nm / 1.5 kgf-m / 10.8 lb-ft @ 6000 rpm. bakal njengat tuch kalo salah plintir gas.

“Udah beress…. ini Bang, kopi aku mana Min??….” Tanya Tigor.

“udah tuch…. Sampe dilalerin, sampean kelamaan Bang” Jawab Mimin.

“Lhaaa….. Gimana lagi Min, itu Bang Tigor sekalian mandi junub ama motornya makanya lama” jawabku.

“Eeee…… Pant#k kalian semua ini!!!….” Balas Tigor disertai gelak tawa kami.

Itulah obrolan kami sore ini yang tanpa terasa senja mulai menyapa kami yang masih asiek bersenda gurau. Setelah itu kami memutuskan untuk bergantian mandi dan tak lupa Si tigor minjem baju ganti karna dia datang masih lengkap dengan wearpack trailnya. Setelah itu kami berbondong-bondong menuju masjid terdekat untuk melaksanakan sholat maghrib dan setelah itu lanjut nongkrong bentar ke warung Bu Painem. terima kasih.

Jangan Lupa Bahagia.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*