Perjalanan Yamaha RX King 135 Sang Raja Yang Tak Pernah Kehilangan Pesonanya

Numpak numpak numpak RX King…. Reng!!!….. Teng!!!….. Teng!!!…. Teng!!!…. Teng!!!!…. Reng!!!!…. Teng!!!…. Teng!!!…. Teng!!!…. Teng!!!….. Teng!!!…… Mimin sedang asiek berdendang mengikuti music dari MP3 plaer hapenya sambil mencuci motor di depan garasinya. “EEeiiittzzzz!!!!…… Asiek bener loe nyuci Min” jawab Rojak yang mengagetkan mimin dari balik gerbang. “Kirain siapa???…. ternyata Elo Jak, masuk aja…..” Balas Mimin.

Yamaha RX King siapa nie yang Loe pinjem Min???….” Tanya Rojak.

“Punya om ku, Kebetulan orangnya nitipin ke rumah. karna ada tugas agak lama diluar pulau, takutnya kagak ada yang urus motornya” Balas Mimin.

“Gue pinjem ya ntar malem??….” Pinta Rojak.

“jangan!!!….. Pasti buat trek-trekan nanti” Balas Mimin.

“Yaelaaahhh!!!…. Pelit bener jadi orang Loe Min” balas Rojak.

“Bodo amat…..” Jawab Mimin.

Tau ndak kau Jak??…. Yamaha RX king ini tidak serta merta langsung hadir di Indonesia, Kalau tidak salah mereka mendatangkan begawannya untuk riset pasar di Indonesia. Beberapa nama di antaranya seperti Motoaki Hyodo, Chikao Kimata, dan Nobuo Aoshima yang sumpah, saya tidak mengenalnya sama sekali. Mereka mencari tahu jenis motor seperti apa yang diinginkan oleh masyarakat di Indonesia. Diperoleh hasil bahwa mayoritas masyarakat Indonesia menginginkan motor sport yang gagah, irit, dan mempunyai kecepatan kekuatan mesin yang luar biasa. Dan akhirnya terciptalah Yamaha RX King 135 ini yang khusus dibuat Yamaha untuk pasar Indonesia.

Yamaha RX-King pertama kali hadir di Indonesia tahun 1983, merupakan penyempurnaan dari Yamaha RX-K 135, dengan penambahan YEIS (Yamaha Energy Induction System) yang membuat RX King lebih irit bahan bakar sekitar 15 persen dari RX-K meskipun cc-nya sama. Selain itu diterapkannya sistem YLCS (Yamaha Computerized Lubrication System) membuat RX King semakin bertenaga hingga 5000 Rpm. Yamaha RX-135 yan mana di Indonesia terbagi jadi RX-K sebagai produk awal dan berlanjut dengan Yamaha RX King atau RX Concorde di Wilayah Asia Tenggara. khusus di Indonesia disebut RX-K hadir pada tahun 1980-1982 dan RX-King yang hadir di tahun 1983-2009 adalah sepeda motor dengan mesin dua-tak yang diproduksi oleh Yamaha sejak 1980an.

Yamaha RX King merupakan salah satu legenda motor sport 2 tak Yamaha yang paling sukses. Pernah booming antara tahun 80an hingga 90an akhir. Selain larinya yang cukup kencang, bodi RX King saat itu dianggap mewakili jiwa muda, keren dan gagah. Sempat mendapat julukan motor jambret karena saking cepat dan gaharnya mesin RX King, sehingga RX King sering digunakan sebagai motor pelaku tindak kejahatan.

Yamaha RX-King memulai kiprahnya di Indonesia lewat RX-K. Diimpor langsung dari Jepang pada 1980 sebagai versi lebih bertenaga dari RX 100 dan RX 125 di era 1970an. Mesin 135 cc (tepatnya 132 cc) yang digunakan RX-K membuatnya cukup dilirik. Tapi tak banyak, apalagi saat itu, ia masih berstatus motor CBU (completely built up). Nasibnya pun hanya bertahan kurang lebih tiga tahun.

Jika dirunut dari sejarahnya Yamaha RX-King ini terbagi ke dalam 3 generasi. Generasi awal Yamaha RX King atau yang biasa disebut King Cobra, disebut Cobra karena stangnya seperti leher ular kobra yang saat itu lagi ngetrend. Model kobra ini diproduksi antara tahun 1983-1991, dengan dengan kode blok mesin Y1 dan Y2 dan mesinnya diimport langsung utuh dari Jepang, tetapi untuk body, rangka, dan part lain-lainnya drakit dan dibuat di Indonesia.

Sedangkan generasi kedua biasa disebut King Master, dengan kode blok mesin Y1-74, konon y1-74 ini adalah produksi Yamaha Pulogadung Jakarta. Model ini diproduksi antara tahun 1992 sampai 2001. Nah masih tetap model King Master yang sama, hanya saja mulai tahun sekitar 1997 footsep belakang mulai dipindah posisinya tidak lagi nempel di swing arm gan.

Sedangkan generasi ketiga mulai 2002 disebut dengan Yamaha New King, Yamaha RX king generasi terakhir ini sudah memenuhi standart EURO jadi tidak mempunyai asap sebanyak pendahulunya karena knalpot dilengkapi catalic converter. Selain itu desain bodi motor semakin modern dengan lampu bulat layak motor pendahulunya Yamaha RX-100 namun lebih modern modelnya mirip vixion lama, Sayangnya Produksinya dihentikan pada tahun 2008.

Perubahan paling minim salah satunya hanya pada kode tipe blok silinder. Selain itu,  di bagian sepatbor depan yang awalnya berbahan dasar besi berubah bentuk dan bahan diganti plastik. Lalu pada bentuk lampu depan, lampu belakang, lampu sein, striping, swing arm dan knalpot.

Motor ini terdistribusi merata di Indonesia. Di ibukota sendiri bukan barang langka. Karena mudah ditemui di jalan raya. Begitu pula di daerah yang belum begitu baik jalurnya. Tanpa bermaksud mengesampingkan motor merek lain, namun memang kenyataannya demikian. Motor ini begitu tangguh melintasi jalanan berlumpur, berbatu, mendaki, dan jalur berat lainnya.

Selain itu, kenapa King Cobra lebih dicari daripada King Master keatas, karena ada gosipnya blok mesin bertuliskan Yamaha Pulogadung (YP) kualitasnya tidak sebagus Y1-Y4 dan yang tanpa Y-Y-an (blok mesin tua punya RX-K). Kan RX-King mesinnya buatan Indonesia gan. Desainnya abadi dan tetap diminati. Salah satu ciri khas yang tidak pernah berubah adalah bentuk tangki, box aki, dan juga bagian jok. Semuanya sama. Hebatnya lagi, hingga saat ini si ‘King’ masih sangat diminati.

Lalu Mimin yang telah usai mencuci motornya segera membuka layar ponselnya dan mulai mengetik spesifikasi lengkap dari Yamaha RX King 135 cc ini. “nih…… Spesifikasinya Jak” sambil menyodorkan hapenya ke Rojak.

Make Model

Yamaha RX King 135

Year

1983 – 2009

Engine

Two strokeSingle Cylinder

Capacity

132 cc
Bore x Stroke  58,0 x 50,0 mm
Compression Ratio 6,9 : 1
Cooling System Air cooled

Carburetor

Mikuni VM 26

Ignition

CDI

Starting

Kick

Max Power

18.5 HP @ 9000 RPM

Max Torque

 1:54 KGF.M @ 8.000 RPM

Transmission

5 Speed

Final Drive

Chain

Front Suspension

Telescopic forks

Rear Suspension

Twin shocks, springs

Front Brakes

double disc piston

Rear Brakes

Drum

Front Tyre

2.75-18

Rear Tyre

3.00-18

Weight

100 Kg

Spark Plugs

 8HS BP-10

Dimensions

Lenght: 1970 mm
Width:    735 mm
Height: 1065 mm

Wheelbase

1245 mm

Ground Clearance

160 mm

Fuel Capacity

 9,5 Liter
Battery GM 3-3B/12, 3

Yamaha RX king ini mempunyai mesin 2 tak berkapasitas 132 cc dan berpendingin udara. Untuk mesinnya sendiri menggunakan Bore X Stroke 58,0 x 50,0 mm serta sebuah karburator mikuni Mikuni VM 26 serta kompresi sebesar 6,9 : 1 Yamaha RX King mampu memuntahkan tenaga maksimum 18,5 HP @ 9.000 RPM dengan torsi puncak 1.54 KGF.M @ 8.000 RPM. Soal Topspeed jangan ditanya dah…. sekali betot kudu pengagan stang yang kuat, jangan sampe kejungkel. Berat kosong RX King cukup ringan untuk motor sport hanya 100 kg. sok depan menggunakan garpu teleskopik dan belakang double sokbreaker untuk menopang swing arm. Yamaha RX King ini menggunakan roda berdiameter 18 inch, dengan dibekap ban ukuran 2.75-18-4 PR untuk depan dan 3.00-18-4 PR untuk roda belakang. Untuk rem menggunakan cakram dengan caliper 2 piston (sebelum tahun 95 hanya 1 piston), sedangkan rem belakang masih menggunakan rem tromol..

New RX-King produk awalnya bukan benar-benar hadir di tahun 2007, namun di kuartal akhir tahun 2006 sudah dimunculkan, meski “kebanyakan” beredar di tahun 2007. Kalau tidak salah penjualan RX-King di tahun 2006 benar-benar anjlok, makanya langsung digelar produk New RX-King. Dan kita bisa dilihat sedikit sekali RX-King produk tahun 2006, palingan hanya listnya aja berkeliaran.

Yamaha New RX-King hadir antara tahun 2006 atau 2007 hingga tahun 2009. RX-King seri terakhir ini mengalami beberapa revolusi, dimana bentuk headlamp bulat layaknya vixion old dan knalpotnya sudah dilengkapi dengan catalytic converter. Sayangnya Yamaha menghentikan produksi Yamaha New RX-King pada Februari 2009. Dan Yamaha mengklaim Yamaha Scorpio adalah penerus dari Yamaha RX-King meskipun banyak perbedaan yang cukup kontras.

Tahun 2002-2006 produksi RX-King kembali berubah di beberapa bagian. Banyak yang menyebut RX-King New karena lebih banyak perubahan dibanding sebelumnya, seperti spidometer yang tadinya kotak menjadi bulat. Bagian headlamp berubah bentuk menjadi sedikit oval,  dudukan klakson pindah tempat ke sasis depan yang sebelumnya di bawah headlamp. Juga bentuk emblem dan striping tangki serta tutup boks kiri kanan yang ikut berubah.

Kini setelah Yamaha RX King berhenti produksi dan dipasarkan di tahun 2009, maka edisi Tahun 2009 menjadi terbilang yang mahal harga sekennya, kemudian Tahun 2003 dengan seri  SE, lalu Tahun 2002 Yamaha RX King warna Gold yang merupakan produk edisi ulang tahun ke 20 di tahun 2003 juga banyak yg cari, selain itu Yamaha RX king warna biru seri awal juga menjadi incaran.

Berikut ini beberapa perbedaan kode blok silinder dari Yamaha RX King:

  • RX King 1983-1993 memakai Y1-Y2-Y3 dengan kode 29N01 132CM3
  • RX King 1992 sampai 1999 memakai seri Y4 dengan kode 29N10 132CM3
  • RX King 2000 sampai 2003 memakai seri YP-1 dengan kode 3KA20 132CM3
  • RX King 2004 sampai dengan 2009 memakai seri Yp-2 dengan kode 3KA20 132CM3

Selain itu beberapa Fakta tentang Yamaha RX King :

1. Type motor Yamaha RX-King hanya ada di Indonesia.
2. RX-King resmi dipasarkan di Indonesia tahun 1983.
3. Awal dikirimnya RX-King ke Indonesia sebenarnya bukan tahun 1983, namun 1982. Hanya memang resmi di pasarkannya tahun 1983. RX-King produk 1982 kebanyakan “diturunkan” di wilayah Sumatera, misal Aceh dan Medan. Meski pengesahan suratnya di tahun 1983.
4. Mulai tahun 1982 dari negara Jepang RX-King mulai diproduksi dan dikirim ke Indonesia dalam bentuk CKD untuk dirakit di Indonesia.
5. Meski tertulis di BPKB/STNK adalah RXK 135C namun emblem dari pabrik pada RX-King adalah jelas bahwa ini adalah RX-King. (King=Raja).

Diantara semua seri Yamaha RX King yang telah beredar di Indonesia, tentu ada yang jadi primadona. Yapzz!!!….. Yamaha RX King Cobra atau biasa disebut dengan King Cobra. Mengapa King Cobra bisa Menjadi primadona bagi kalangan penyuka dan penghobi motor 2 Langkah Yamaha RX King???….. Hal ini karna beberapa kelebihannya, antara lain :

Kelebihan Yamaha RX King Cobra adalah sekarang langka dan pada blok mesin RX King Cobra atau kalter memiliki tulisan Yamaha dengan timbul, sekarang memang harga dari blok/kalter tersebut sudah terbilang mahal dan langka.

Bak mesin Yamaha RX King Cobra juga memiliki kriteria tersebut, lain daripada yang lain. Bahan yang digunakan pun berbeda pula dengan blok Yamaha RX King Cobra dijaman sekarang yang agak rentan pecah ataupun retak.

Kelebihan RX King Cobra selanjutnya adalah pada As Kruk yang memang agak besar daripada RX King yang sekarang (lebih kecil) hingga bahan bakarnya pun termakan secara berbeda. Secara garis besar, pemakaian bahan bakarnya lebih boros dari RX King Master.

Sepeda motor besutan Yamaha memang punya banyak penggemar lintas generasi. Namun, tidak sedikit juga yang terusik dengan berkeliarannya motor bertenaga 135 cc ini. Salah satu yang menjadi ciri khas motor legendaris ini adalah suara knalpotnya yang tidak bisa tenang. Walaupun Yamaha RX King belum terlihat, rambatan suaranya sudah sampai telinga duluan dan membuat telinga kita bagaikan adonan yang sedang diaduk oleh mixer. Sepeda motor 2 Langkah ini diam hanya saat dalam kondisi terparkir. Berbicara soal harga bekasnya…. Jangan ditanya lagi kawan. Walaupun Yamaha RX King 135 2 stroke ini terdistribusi secara merata di seluruh Indonesia selama 20 tahun lebih.

Tak menjadikan harga jualnya turun yang ada malah tiap tahun harganya malah naik signifikan. Ndak percaya???!!!!….. Coba aja cek di situs jual beli online dan sosial media. Kasarannya aja, untuk menebus sebuah sepeda motor Yamaha RX King dengan kondisi apa adanya dan surat lengkap semua banderol harganya sudah mencapai belasan jutaan rupiah hingga tak tentu lagi berpa nilai tertinggi. Jika kalian mencari di pencarian Google maka sempat heboh beberapa kali Yamaha RX King laku terjual dengan harga tinggi. Bahkan ada yang sempat terjual hingga 73 juta rupiah.

“Waaahhh!!!!…… Ternyata itu yang membuat pasaran harga motor ini kian tahun makin melambung” Ucap Rojak.

“Betul Jak….. Nilai intrinsik rasanya tak bisa membayar nilai sentimental yang kadung merasuk para pemiliknya” Ucap Mimin.

“Cocok nie kalo piara sebiji dua biji motor 2 Stroke buat investasi jangka panjang” Balas Rojak.

“Yaa….. Asal Kamu bisa ngerawatnya aja Jak??!!…. kamu kan orangnya rusuh, ndak percaya kalo kamu bisa rawat dengan benar motor 2 Tak” Balas Mimin pada Rojak.

“hehehehehe……😅😅 bener juga kata Loe Min” Balas Rojak kembali.

“Ya udah….. Gue balik dulu Min” Ucap Rojak kembali.

Akhirnya Rojak pun pulang dan Mimin yang telah selesai mencuci motornya pun melanjutkan dengan melakukan sedikit treatment ala-ala babang cimot (Cuci motor) pinggir jalan dan mulai menyalakan kembali MP3 Music Player dari ponselnya. Terima Kasih.

Jangan Lupa Bahagia.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*