Bincang-Bincang Dengan Pemilik Honda NSR 150 SP Very Very Mint Condition Gaeezzz!!!…

ganti ban karna udah keras… Aslinya masih ada dan ndak getas/retak karet bannya

Akan kuceritakan sebuah kisah nyata, dimana pagi tiu hari masih bergelayut awan mendung nan pekat dengan rintik-rintik hujan yang siap sederas-derasnya membasahi bumi. Hari itu sengaja keluar rumah untuk menemui seseorang yang jelas aku pun tak tahu siapa. Karna Beliau ini adalah konsumen yang meneleponku ingin bertemu untuk membeli produk yang kujual melalui situs jejaring media sosial. Segera kunyalakan mesin motor sembari bersiap-siap untuk memenuhi janji, setelah semuanya beres. Segera kupacu motorku dengan laju santai menuju kediaman Beliau. Setengah jam lebih telah berlalu dengan membelah kemacetan kota yang kini makin padat lalu lintasnya. Tak begitu jauh, paling hanya 10 kilometer dari rumahku menuju ke rumah beliau ini.

Akhirnya aku pun tiba di rumah beliau, rumah yang bagiku megah dengan sebuah mobil mewah terparkir rapi di garasi. Beruntungnya gerbang rumah sedang terbuka dan aku pun bertanya pada seorang bapak yang kebetulan sedang di depan rumah tersebut. Ternyata bapak tersebut adalah orang yang meneleponku pagi tadi, setelah motor bututku terparkir rapi. Segera saja pandangan mata tertuju pada sebuah kendaraan yang harganya fenomenal saat ini. Beberapa hari yang lalu sempat ada yang jual dan laku seharga 100 juta lebih untuk sebuah sepeda motor 150 cc 2 Tak. Mungkin kalian sudah ada yang paham tapi bagi yang belum, akan saya beritahu untuk kalian semua…… “Sebuah sepeda motor fenomenal ini adalah Honda NSR 150 SP“.

Jujur saja, awal melihatnya… Indra penglihatanku sempat tak percaya jika masih ada motor sebagus ini terparkir rapi di ruang tamu Beliau. Kesan awal ketika bertemu Beliau adalah, orang yang ramah dan enak diajak ngobrol. Berdasarkan penilianku pribadi saat berbincang-bincang dengan Beliau. Bisa kukatakan kalo Beliau ini orangnya to the point dan sempat juga memberikan beberapa kritik membangun pada barang yang kutawarkan. Bukan menjadi suatu masalah toh produk yang kutawarkan sejatinya beliau sudah punya juga dengan kondisi Baru serta asli, sedangkan milikku hanya sebuah produk yang menyerupai, karna produk tersebut memang sangat susah sekali mendapatkannya. Bahkan mungkin saja sudah tidak ada stoknya lagi di pasar Indonesia dan global.

mulus dan terbungkus rapi

Sebuah sepeda motor kondis baru gress turun dari dealer pastinya mulus, kinclong dan tentunya semua bagian yang menempel di motor masih tertata rapi pada tempatnya. Tapi jika itu sebuah sepeda motor yang usianya sudah hampir mendekati dua dekade, tentu suatu hal yang luar biasa. Itulah yang kulihat pada sosok Honda NSR 150 SP yang ada di depanku sekarang. Bahkan sang pemilik memberikanku keleluasaan untuk melihat lebih detail, bagian demi bagian motor tersebut. Bukan suatu perkara yang mudah untuk merawat motor dengan kondisi masih sebagus ini.

Yapzz…. Tiap orang yang melihat tentunya akan berdecak kagum pada Honda NSR 150 SP 2 Langkah milik beliau ini. Bagaimana tidak??!!!….. Selain kondisi yang ciamik, cat bodi dan mesin belum pernah di cat ulang, lalu baut-bautnya pun belum ada satupun yang terkena kunci dan yang lebih menakjubkannya lagi marking atau tanda coretannya masih utuh belum pudar. Jika kalian perhatikan sepeda motor baru yang ada di dealer pasti ada marking atau coretannya yang menandakan barang tersebut telah lolos uji Quality Control. Hanya Ban saja yang telah diganti, bukan karna habis tergilas aspal kawan. Tapi karna compound ban sudah mati alias keras jadi diganti oleh beliau, namun jangan salah….. Ban aslinya masih ada dan yang bikin geleng-geleng kepala. Itu ban asli bawaan motor masih ada rambut atau serabut pinggirannya. Velgnya pun masih ada weight balancenya dan itu terlihat utuh menempel, “bukan baru ditempel lho yaaa….. Ini bawaan asli, tuch liat kemakan usia warnanya” ucap beliau padaku.

Low Kilometer

Sang empunya pemilik sepeda motor Honda NSR 150 SP 2 Stroke ini bahkan memberikan saya kesempatan untuk memfoto sepeda motor tersebut dan meminta saya untuk mempostingnya digrup NSR Indonesia. Bagi Beliau, Grup ini terlalu banyak yang jual beli dan monoton. jadi Kami pun berinisiatif, bolehlah sesekali dipanasin biar rame-rame pada keluarin motor piaraannya. Selain itu juga untu melihat peluang, kali aja ada Honda NSR 150 SP dengan kondisi lebih bagus dari milik Beliau dan tentunya sesuai standarisasi original beliau. Jika sesuai ya bayar aja kagak pake ribet, Karna NSR 150 SP yang ada dihadapan saya pun di tahun beliau beli itu dengan harga yang fantastis. Anggaplah jika Tahun itu Honda NSR 150 SP yang Mint Condition masih mentok 30 juta, maka Beliau membayar dengan harga 2 kali lipatnya…. Iyaa!!!! Dua kali lipat dari harga pasaran saat itu.

Atas dasar inisiatif tersebut, maka saya postinglah di Grup NSR Indonesia dan benar saja….. Seharian rame banget yang berkomentar bahkan yang bernada sumbang pun juga ada menanggapi postingan yang kubuat di grup tersebut. Maklum…. Ada bumbu pedasnya dikit biar makin rame yang nongolin motornya Hahahahahaha……🤣🤣 dan memang terbukti banyak yang turun gunung ikut berkomentar. Jika ada yang bertanya padaku, bagaimana rasanya membikin Postingan seperti itu. Akan kujawab biasa aja sich….. Bukannya sombong, tohh!!! aku memang terlahir untuk jadi famous jadi nikmati saja prosesnya, bukannya sebuah kenikmatan itu ada diprosesnya hingga nanti bisa menjadi cerita dikala santai menikmati senja?!?!?!…… udah!!!! yang baca ini kagak usah ikutan baper, bawa santai aja.

jangan diikuti…. Bahaya kalo blm siap Famous

Bagiku ini termasuk obrolan paling lama yang pernah kulakukan kawan, bayangkan saja….. Kami berdua mengobrol dari jam 10 pagi hingga jam 10 malam. “eedyaaann!!!!….. Loe ngobrol apa aja sampe 12 jam dengan beliau???…..” Banyak banget kawan. Mulai dari cerita bagaimana Beliau mendapatkan Honda NSR 150 SP ini, kemudian saat Honda NSR 150 SP yang lain terjual dan berpindah tangan ke siapa orangnya juga Beliau ceritakan Padaku. Dalam Batinku berkata: “Salut Bagi mereka yang Telah gigih untuk mendapatkan sepeda motor piaraan Beliau ini”. Kalo kalian Tahu….. Mereka yang memburu motor Simpenannya Beliau ini tidak mengejar- ngejar dalam hitungan hari atau bulan saja. Rata-rata tahunan kawan, bahkan ada yang mengincar salah satu motor koleksi Beliau hingga 12 tahun sampe Beliau akhirnya melepaskan salah satu koleksinya ke orang tersebut.

Bukan hanya Honda NSR 150 SP 2 tak saja yang beliau ceritakan, ada Honda Nova Dash beliau yang laku dengan Fantastis. lalu ada Juga Yamaha Y125Z beliau serta restorasi Si Gajah Asia alias Cagiva Stella. Btw….. Cagiva Stella nya ini masih ada yang kondisinya sama lho dengan NSR 150 SP. Uppzzz!!!…. Keceplosan saya hahahahaha….. 🤣🤣 Maap ya om Sultan😁🙏  Banyak pelajaran yang bisa diambil saat mengobrol dengan beliau ini kawan, jujur…. Pagi saat aku berangkat hanya menikmati air putih saja dan selama ngobrol sesekali memakan jajan yang disuguhkan oleh beliau. Salah saru pelajaran bagiku pribadi dan bisa jadi bagi kalian yang membaca artikelku ini. Bahwa tiap orang memiliki standarisasi keorian alias originalitas motor masing-masing.

baut belum pernah kena kunci
  1. Tipikal pertama penghobi motor langka, asal original terutama suratnya dan bodi sudah repaint ulang sesuai aslinya tak masalah, bagi dia sudah bisa dikatakan mendapatkan barang langka. Bagiku pribadi juga tak ada masalah karna itu standarisasi dia. Selain itu juga biasanya lebih sering digunakan untuk harian dan bukan sebagai pajangan semata.
  2. Tipikal kedua sudah mulai ada peningkatan, biasanya tak hanya surat saja yang original sesuai motornya. Tapi bodi-bodi harus original dan belum pernah direpaint alias cat ulang serta printilan-printilan kecilnya harus ada. Termasuk stiker-stiker kecil alias stiker panel yang nempel di motor. Walaupun Stiker panelnya sudah diganti dengan yang semirip aslinya, tak jadi masalah bagi pemilik motor ini. Karna Mereka biasanya tau, jika bagian ini sering tak terurus oleh pemilik sebelum-sebelumnya dan terkadang masih digunakan untuk sekedar jalan-jalan.
  3. tipikal ketiga kualifikasi pemilik motor ini biasanya mulai memperhatikan detailnya dan biasanya sampe printilannya harus original masih bawaan pabrik. rusak kemakan usia pun tak masalah yang penting masih original dan tentunya tipe orang seperti ini ingin yang sesempurna mungkin motor incarannya. packing mesin dan baut-baut yang menempel mulai jadi perhatian. Mileage atau jarak tempuh mulai jadi perhatian juga dan biasanya orang dengan tipe seperti ini sudah malas menggunakannya. hanya sekedar hobi saja.
  4. Tipe keempat atau terakhir lebih extrem lagi kawan, hampir sama dengan tipikal ketiga tapi ini lebih parah lagi. bukan hanya jarak tempuh saja yang menjadi kualifikasinya, tapi Marking alias coretan-coretan dibaut dan bodi motor kudu masih utuh serta baut-baut yang menempel di bodi motor belum pernah sama sekali kena kunci yang artinya ya masih aslinya. Tentunya motor cuman dipajang doang dan bukan buat dikendarai.
hanya salah satu contoh, dimana titik lainnya juga penuh tanda seperti ini

Sekali lagi…. Ini hanya pendapat saya pribadi berdasarkan hasil pengamatan selama bersama Beliau. Menurut saya, Beliau ini sudah termasuk kategori yang terakhir…. Berdasarkan pendapat Beliau, Motor dari dapat cuman dipajang doang, angka kilometernya baru 400an itu juga saat beli dari pemilik awal sampe ke tangan Beliau ndak pernah dipake. Ban diganti sendiri secara manual karna tidak ingin cat asli velgnya tergores oleh abang-abang pencongkel ban.

“Kok Beli ndak pernah dipake om??….” Tanyaku pada Beliau dan tentunya menjadi pertanyaan mendasar bagi kalian semua”. Yaa….. Yang pertama jelas umur, karna saya tau ini motor kencang larinya. Tapi saya sudah jadi pembalap itu dari awal tahun 1980 sampe 1990an. Ndak ada balapan jaman itu kalo jatuh dan berdarah diobatin betadine…. Yang ada oles pake minyak rem biar pendarahannya berhenti dan balapan lagi” jawab beliau padaku.

“Lagipula…. saya beli Supaya!!! motor ini tidak sampe habis termakan zaman, terutama keoriginalitasnya. Bahkan Anak saya yang Kuliah di Jepang aja waktu ke museum Honda bilang kalo motor ini dipajang disana dan sudah diwanti-wanti jangan dijual” ucap Beliau kembali. yaa… Saya ini jadi seneng liatnya doang dan mengingat sejarahnya ini motor serta rekam jejak saat memboyong motor ini yang tak akan bisa digantikan oleh apa pun. Beliau juga ternyata sudah pernah merasakan kerasnya lintasan sirkuit dari jamannya masih di Ancol lalu Sentul dan kemayoran. Tentu!!!…. Saya rasa, sesepuh-sesepuh yang baca artikel ini akan paham siapakah Beliau ini??…..

Satu lagi yang saya inget dari perkataan Beliau…..”Kalo Elu!!! dari bagian yang paling kecil aja ndak bisa jaga, Gimana mau jaga yang besar???!!!….. Singkat dan menohok nie bagi saya pribadi. Tapi saya suka…. Ada Ilmu tak ternilai yang saya dapatkan dari Ucapan Beliau dan Beliau ini orang yang tanpa tedeng aling-aling. Kalo suka bilang suka…. ya, kalo ndak bilang ndak. Make it simple. Bagi saya pribadi ya jelas beruntunglah…. bisa liat ampe puas sebuah motor Honda 150 cc 2 Tak legendaris dengan kondisi yang sangat ciamik.

Sebenarnya…. masih banyak yang ingin kuceritakan dimari, tapi ntar yang baca malah ketiduran sampe ileran lagi hahahahaha……🤣🤣 Beruntungnya lagi, saya diijinkan jika saat libur kerja untuk kembali maen ke rumah Beliau. Saya pun berterima kasih karna diijinkan dan tentunya, jika saya ingin ke rumah Beliau akan berkabar terlebih dahulu. Karna takutnya kalo langsung datang malah mengganggu karna bisa jadi Beliau sedang sibuk atau sedang Quality time dengan keluarga. Terima kasih buat kawan semua yang sudah meluangkan waktunya mampir dan membaca artikel ini.

Jangan Lupa Bahagia.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*