Sejarah Singkat Motor Enduro Mungil Khas Italia Aprilia ET 50

Mumpung libur kerja karna habis source url Hari Raya Nyepi jadi bebersih motor biar enak dipake buat jalan-jalan, takutnya jarang kepake malah ngadat dan kebetulan pula Si Tigor maen ke rumahku dan nampaknya dia lagi bosan di rumah karna lagi sepi orderan. Sebenarnya aku sudah ada janji untuk maen ke rumah mbah Google alias rumahnya Kang Sergey dan Kang Larry. Tentu tak enak hati meninggalkan Tigor yang datang sekedar silaturahmi ke rumahku “Kau ini lagi kesambet tah Gor??…. Tumben main kesini, biasanya juga sibuk dengan kerjaanmu akhir-akhir ini” Tanyaku pada Tigor.

“Aiihhh!!!…. Abang aku satu ini, lagi bosan di rumah makanya aku maen ke rumah Abang” Jawab Tigor.

“Ya Sudah abis ini Kita ke rumah mbah Google gimana???…” Ajak ku pada Tigor.

“Waaahh!!!…. Mantap Itu, Nanti kita pinjam motor mbah Google buat Raon-Raonlah’ jawab Tigor Kembali.

“Apaa???….. Rawon??? Kau tadi cakap Apa Gor?? Bahasa Kau itu agak janggal dikuping” Balasku.

“Yaaelaaahh!!!….. Raon-Raon Bang bukang Rawon” Jawab Tigor dengan Nada Ngegas!!!

“Yaa….. Ndak usah pake ngegas juga Gor, Btw… Artinya apaan tuch???…” Tanyaku.

“Artinya jalan-jalan Bang, Aaahhh!!!….. Abang ini” Masih Dengan Nada ngeGas.

Trreeeng!!!….. Trrrreeeng!!!….Teeng!!!!…..Teeeng!!!…. Terdengar suara khas motor 2 Tak dan terlihat ridernya tak Asing yaitu si Mimin yang terlihat menyembul dari balik Gerbang rumah yang tak terlalu tinggi. Sambil melangkah masuk Mimin pun berucap: “Merepet kali suaramu Bang, Macam knalpot kolong RX King“. Alamaakzang!!!….. Nyaut aja karburator supra satu ini” Balas Tigor. Hahahahaha….. Kami pun tertawa dan tak lupa Mimin menyalami kami satu persatu.

“Rapi bener kamu Min, kayak bungkusan kado” Ucapku.

“Biasa Bang…. Abis ngapel bentar tadi, sekalian pinjem motornya mbah Google sebelum ngapel” Ucap Mimin dengan santai.

“Tumben kamu bawa motor Enduronya mbah Google Min” Tanyaku.

“Iya…. Kebetulan dipinjemin Aprilia ET 50 follow 2 Stroke bang” Balas Mimin.

“Paten kali kereta pinjaman kau ini Min” Ucap Tigor.

“Speknya cem mana itu???…” Ucap Tigor Kembali.

Okee…. jadi kayak gini ceritanya: Aprilia mengeluarkan motor ini menjelang akhir tahun 1983 bersamaan dengan sepeda motor jana raya Aprilia ST 125. Aprilia ET 50 adalah sepeda motor enduro modern pertama yang diproduksi oleh Aprilia. Karena itu Aprilia ET 50 adalah motor 50cc dan bukan motor bebek. Sasis mengadopsi kerangka baja tubular yang masih tradisional, sementara suspensi bagian depan Aprilia menggunakan ukuran 32 mm dan pada bagian belakang suspensinya mengadopsi APS inovatif (Sistem Progresif Aprilia) yang mengeksploitasi sistem hubungan ganda untuk menghubungkan swingarm baja dengan peredam kejut tunggal Marzocchi. Untuk pengereman masih menggunakan drum brake ukuran 118 mm di kedua roda.

Seri Aprilia ET 50 tahun 1985 ini terbilang canggih, karna telah disematkan Pendingin cairan untuk mendinginkan mesin dan telah mengadopsi 4 percepatan pada mesin Minarelli P4R MCS yang disematkan serta wadah penampungan oli sampingnya terpisah dan telah menggunakan pompa oli, jadi tak perlu repot tuang oli samping ke dalam tangki bahan bakar. Namun sayangnya belum menggunakan katup buluh alias membran, tentu lebih boros bahan bakar.

Versi kedua dari Aprilia ET 50 disajikan pada tahun 1984 meskipun secara resmi lebih sering disebut ET 50 ’85. Hadir dalam dua warna elegan baru, yaitu warna putih dengan pelana/Sadel merah atau merah dengan pelana/Sadel biru. Penghenti laju depan sudah menggunakan Disk Brake menggantikan Drum Brake alias tromol pada seri sebelumnya. Mesin Minarelli RV4 baru yang akan menjadi ciri khas produksi 50cc Aprilia hingga Tahun 1991. Rangka dicat merah menambah kesan garang pada motor 2 Langkah berkubikasi 50 cc ini. Tak lupa katup buluh alias membran telah dipergunakan pada Apilia ET 50 tahu 1985 ini kawan. Shock depan masih tetap menggunakan ukuran 32mm dengan modifikasi pada sisi sebelah kiri agar ada dudukan untuk kaliper rem depan. Minus dibagian instrumen alias speedometer tak ada lampu indikator jika oli samping habis.

Aprilia ET 50 Model 1986 disajikan dalam dua warna yaitu hitam dengan frame/rangka merah dan sadel merah. Kemudian warna putih dengan Frame merah dan sadel merah. Superstruktur baru belum pernah terjadi sebelumnya dan sekarang terlihat jelas lebih terinspirasi oleh sepeda di Paris-Dakar. Bahkan Aprilia ET 50 yang baru cenderung lebih mirip saudara Si Aprilia Tuareg, yang juga diperbaharui pada tahun 1986.

Perbedaan paling mencolok adalah Penggunaan Lingkar roda depan dan belakang menggunakan Velg berbahan kuningan. Kemudian swing arm dan suspensi belakang mengalami pembaharuan, Kisi-kisi udara model baru, Instrumentasi tetap sama dengan model sebelumnya. Garpu Aprilia 32 mm mengadopsi kaki dan bellow/cover shock depan warna berbeda tergantung pada model, yaitu apakah ET atau Tuareg. Dari indeks modifikasi “C” (terlihat pada pelat identifikasi yang ditempatkan pada bingkai tiang kursi), Shock depan berukuran 32 mm model baru diperkenalkan seri Tuareg.

Seri Aprilia ET 50 tahun 1987 adalah Seri ET 50 terakhir yang diproduksi. Tersedia dalam warna merah dengan pelana/sadel berwarna biru dan frame/rangka bewarna putih. Kemudian Warna hitam dengan pelana/sadel merah dengan frame berwarna putih, seri ET terakhir ini berbeda dari yang sebelumnya, dengan beberapa penambahan detail kecil.

Pada seri Aprilia ET 50 Tahun 1987 ini telah menggunakan motor starter listrik CF 450 atau CF 532 jadi sudah dobel starter, kemudian untuk Garpu atau shock depan tidak ada perubahan dari seri 1985 hanya saja panel samping yang memiliki desain baru pada ET ’87.

Sepeda motor Aprilia ET 50 ini pertama kali dijual dengan harga Lire 1.850.000 dan sekarang ini harga bekasnya berkisar direntang harga mulai 650 Euro sampe dengan 1400an Euro. Kalo dirupiahkan kisaran harganya kurang lebih mulai harga 9,6 juta sampe 22,4 juta. Tentu tergantung kondisi mesin, kelengkapan surat dan juga bodi yang masih nempel di motor.

“Gimana Gor???…. Minat boyong motor ini??….” Tanya Mimin.

“Nanti saja… Kupikir-pikir masih enak Kawasaki yang dirumah aku” Jawab Tigor.

“Jadi Jalan-jalan ndak nie????…… Mumpung cuacanya mendung syahdu begini” Tanyaku.

“Ayooo!!!!…. Sekalian liat-liat, kali aja masih ada ogoh-ogoh yang belum dibakar” Ucap Tigor.

“Sekalian ngajak Aprilia ET 50 jalan-jalan Sore, kasian di rumah mbah Google cuman jadi penghuni garasi” Ucap Mimin.

Daan….. Kami pun melaju keliling kota bersama-sama dengan diiringi kepulan asap motor 2 Tak dari kendaraan kami sembari menikmati suasana libur setelah Hari Raya Nyepi kawan. Terima kasih sudah mampir kemari, semoga bermanfaat.

Jangan Lupa Bahagia.

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*