Selayang Pandang Jawa Perak 250 Salah Satu Sepeda Motor Dinas Mantri Kesehatan Era 50an

Secangkir kopi sembari berselancar di dunia maya membaca berita hingga kisah inspiratif sembari mencari informasi tentang sepeda motor antik 2 Tak yang lagi-lagi hasil pinjaman dari kang Sergey dan kang Larry. Yapzz!!!….. sebuah motor tua yang kira-kira pada dekade 50-60 pernah mengaspal di jalanan Negeri berflower 62 ini. Harga jual saat ini terbilang tinggi kawan dan yang jelas sangat butuh extra perawatan. Rumornya pada masa itu, sepeda motor click 2 Langkah ini lebih sering dipake oleh tukang Pos, Mantri kesehatan dan juga Polisi Hutan selain Harley Malaria. Masih sebangsa dengan BMW, DKW, enter Triumph, BSA. Adalah Jawa 250 Atau biasa disebut sebagai Jawa Plunger merupakan sepeda motor 2 Stroke yang menguasai jalanan negara ini sebelum expansi massive dari produk Jepang.

“Bang!!!!….. Kok ada motor antik di Garasi, merknya aneh Pula enter site Jawa….. Emang orang Jawa pernah bikin Motor.” Cerocos Mimin yang datang bak hantu malam jumat kliwon.

“Duuzzz!!!……. Ngagetin orang aja kamu Min, Salam dulu kek kalo masuk rumah orang.” kataku sambil ngedumel pada Mimin.

“Udaah!!!…. Abang aja yang kagak dengar karna kuping disumpelin headset, pertanyaanku gimana tadi??…. Tanya Mimin kembali padaku.

“Gini Min, ini sepede motor ini merupakan asli dari negeri Ceko yang didirikan pada tahun 1929 silam. Saat itu, perusahaan Kolben Company di bawah kepemilikan Frantisek Janecek mengakuisisi Wanderer, perusahaan asal Jerman yang terancam bangkrut. Akuisisi ini akhirnya melahirkan merk  JAWA yang merupakan kependekan dari Janecek dan Wanderer.” Jawabku pada Mimin.

“Lhaa!!…. Yang didepan itu seri apa Bang kalo boleh tau??….” Tanya Mimin Kembali padaku.

“Bisa dibilang dari sekian banyak model motor yang pernah dirilis oleh JAWA, salah satu model yang cukup legendaris di Indonesia adalah seri JAWA 250 Zeispan atau di negaranya sana sering disebut sebagai Jawa 250 Perak atau biasa disebut dengan jawa Plunger kalo dimari. Motor ini dibekali mesin 2 stroke, suspensi roda belakang, dan berbagai inovasi lainnya. Tak heran jika JAWA 250 Zeispan atau Jawa 250 perak berhasil diekspor ke lebih dari 120 negara di dunia dan menjadi salah satu model paling sukses dari JAWA. Selain itu ada seri Jawa 250 CZ yang juga pernah masuk kemari Min.” Jawabku dengan penuh panjang lebar lalu menyeruput kopi yang masih hangat di meja.

” Untuk sektor jantung pacu, JAWA membekali seri ini dengan mesin 2-stroke, single cylinder, berkapasitas 249cc, berpendingin udara. Dengan modal tersebut, JAWA 250 Zeispan/Jawa 250 perak/Jawa plunger diklaim mampu meletupkan daya maksimal 10,9 kW (14 hp) pada putaran 5.000 rpm dan kecepatan puncak menembus 110 km per jam melalui sistem transmisi manual 4 percepatan.” Ucapku kembali yang kini sudah menghadap Mimin yang nampak antusias mendengar ucapanku.

“Harga tentu mahal sangat ini motor ya Bang??…..” Tanya Mimin Kembali yang tampaknya makin penasaran.

“Yaa….. Bagi yang berduit dan emang lagi mengincar sepeda motor tersebut jelas tidak mahal, karna bagi penghobi kelas kakap…. Tak ada kata Mahal yang ada hanya belum mampu untuk membeli. Kalo Kisaran Harga berdasarkan yang tertera pada situs jual beli di dunia maya antara 50 juta hingga 90 juta, itu pun masih tergantung kondisi mesin, kelengkapan surat dan yang jelas seberapa besar tingkat orisinalitas dari motor tersebut.” Jawabku pada Mimin sambil merogoh kaleng Khong Guan berisi rengginang yang entah sejak kapan sudah dibawa Mimin tanpa kusadari.

” Ini ada spesifikasi singkatnya Min…. Sedari tadi aku buka situs luar negeri, belum nemu spesifikasi paling lengkap dari sepeda motor ini.” Jawabku kembali sambil memperlihatkan layar monitor yang kugunakan untuk berselancar tadi.

Tipe Mesin 2-stroke, single cylinder, air-cooled
Kapasitas Mesin 249cc
Diameter x Langkah 65 x 75 mm
Daya Maksimum 10,9 kW (14HP) @ 5.000 rpm
Kecepatan Maksimum 110 km per jam
Transmisi Manual, 4-speed
Sistem Starter Kick
Suspensi Depan Cartridge
Suspensi Belakang Twin shocks
Rem Depan dan Belakang Drum
Ban Depan 3,25-19
Ban Belakang 3,50-19

“Singkat ya spesifikasinya Bang.” Ucap Mimin sambil mengunyah rengginang yang sebagian ucapannya sulit kucerna dengan indra pendengaranku.

“Yaaa!!!….. Gimana lagi Min, nemunya segini, nanti kalo ada update terbaru ya bakal di update kembali agar pembaca lebih banyak mendapatkan manfaat, bila mampir kemari.” Ucapku pada Mimin.

“Ayooo!!!….. Min, gimana kalo kita riding sante pake Jawa 250 ini keliling kota, mumpung jam segini jalanan sudah sepi. Ajakku pada Mimin.

“Bang….. Kalo ini 2 langkah, tempat oli samping dimana ya??…..” Tanya Mimin sambil mengikuti langkahku menuju garasi.

“Biasa Min…. Bensin campur alias kalo abis ya campur dorong hahahahaha……🤣🤣” Jawabku penuh tawa jahil pada Mimin.

“Seemb!!!….. iya tau nyampurnya ditangki, EEhhh!!!…. Ini dua silinder ya bang??…. Kok leher knalpotnya 2 biji.” Tanya Mimin Penuh heran saat memperhatikan sektor dapur pacu

“Kagak Min, itu namanya Twinport, alasan mendasar beberapa motor menggunakan dua Saluran Buang hanya menggunakan satu silinder untuk melepaskan gas keluar dari Ruang bakar . Logikanya, Semakin cepat gas terbuang, maka akan mempercepat ruang bakar kosong dan muaranya akan mempercepat siklus penggantian berikutnya sehingga mesin fisik akan bisa berputar lebih cepat dan lebih bertenaga. Selain itu pedal Kickstarter untuk menyalakan motor ada disebelah kiri posisinya diatas persneling.” Jawabku pada Mimin.

“Udah….. Buruan buka pintu gerbang, ntar kemaleman ndak bisa nganterin kamu ngapel ke Hayati lho Min.” Jawabku Kembali.

 

Jangan Lupa Bahagia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*