Sejarah Ringkas Cagiva Elefant 125 Sepeda Motor Enduro 2 Stroke Idaman Remaja Dekade 80an

sore itu Mimin, Rojak dan Tigor sedang asiek berkumpul di rumahku. Mereka membicarakanku karna jelas…. Aku tak ada disitu. Hal utama yang menyebabkan aku menjadi bahan pembicaraan oleh mereka, karna aku menjanjikan pada mereka akan menaiki Gajah. Yaaach!!!….. Bukan dalam arti sebenarnya, tapi mereka sudah terlanjur percaya jadi ya aku kerjain aja sekalian hahahaha……

“Aku dengar Hari ini Kawan aku si Santoso itu akan naik Gajah kemari” Ucap Tigor dengan logat khas kampung halamannya.

“Ho’oh…. Tapi apa iya naik Gajah di perkotaan?? Udah kayak Sultan kerajaan ala Aladin aja”. Jawab Mimin.

“Gaje banget tuch orang, lagian Gajah dibawa-bawa. Emangnya pemain sirkus.” Ucap Rojak

“Lagian….. cem mana dia bisa naik Gajah, itukan hewan dilindungi…. masa iya pake iring-iringan Patwal.” Tukas Tigor menimpali ucapan kawan-kawan mereka.

“Udeehh!!…. Kita tunggu aje, beneran kagak Dia naik Gajah sampe ke rumah.” Balas Rojak setelah menyeruput segelas kopi.

“Ini….. Kemungkinan terbesarnya, pasti dari hasil minjem milik mbah Google.” Jawab Mimin.

“iyeee….. Tapi Loe kudu tau, mbah Google kan kagak punya kebun binatang di rumahnya. Ada tapi bukan di rumah yang sini.” Balas Rojak.

Trrrreeeengg!!!……Trrreeeeng!!!!……Tengtengteng!!!!…..Trrreeeng!!!…. Tengtengteng!!!!…. Bunyi sepeda motor 2 Tak yang kukendarai memecah kesaikan mereka yang sedang asiek ngobrol di teras rumahku. Tentunya akan banyak pertanyaan dari mereka, karna ternyata aku pulang ke rumah tidak menaiki Hewan Gajah. Tapi malah naik motor 2 Stroke. sambil cengengesan ndak jelas, kupandangi satu persatu wajah kawan-kawanku ini sambil mendorong motor masuk ke garasi.

“Laaahhh!!!…… Hoax ternyata, apa aku bilang?!?!….. Tak mungkinlah Kau ini naik Gajah kemari.” Kata Tigor sambil mendekatiku.

“Yak…. Elaaah!!! kan ini emang Gajah, dalam bahasa Spanyol Bambaaang!!!…..” Balasku dengan sedikit ngegas pada Tigor.

“Haadeeehhh!!!…. Tertipu Gua, kirain beneran binatang Gajah. Ternyata Cagiva Elefant 125 yang Loe bawa Bang.” Ucap Rojak padaku.

“Mesinnya jadi keliatan imut ya Bang, tapi kok dinamain Elefant ya??….” Mimin pun ikut berucap sembari melontarkan pertanyaan.

“Yaa…. Karna ini kan motor Enduro/Trail yang mana habitatnya di medan yang tak mungkin dilalui oleh sepeda motor pada umumnya. Bisa jadi nama gajah karna dari segi bodi yang bongsor dan kehandalan sepeda motor ini bagaikan gajah yang siap melibas siapa saja.” Kujawab pertanyaan mimin sambil menaruh tas ransel di kursi yang ada di ters.

Yapzzz….. Mesin masih berbagi dengan Cagiva Aletta Oro 125, jadi ya secara spesifikasi diatas kertas ndak beda jauh. Cagiva Elefant 125 pertama kali muncul pada 1984 dan diproduksi hingga 1990 dalam berbagai varian. Kemudian di Tahun 1985 muncul Cagiva Elefant 2 dengan basic mesin masih sama dengan Cagiva Aletta Oro namun secara tampilan lebih mengarah pada Cagiva Elefant 750 versi Dakar.

mengandalkan mesin 125 cc 2 Langkah berpendingin cairan mampu memuntahkan daya kuda sebesar 23,6 hp / 17,5 kW @ 9100 rpm dan Torsi maksimum sebesar 1,8 kgf-m @ 8000 rpm. Sayangnya ternyata kekuatan roda maksimum hanya mampu menembus 21,01 hp pada 8.750 rpm dan kecepatan maksimum mencapai139.700 km / jam. Jika menilik pada seri Cagiva Aletta Oro S1 terdapat beberapa kekurangan, diantaranya saat digeber diatas 7000rpm getaran mesin akan sangat terasa dan berpengaruh pada handling berkendara apalagi saat digeber dalam kecepatan tinggi, kemudian tidak memiliki katup buang, anti-getaran dan poros starter listrik. Untuk spesifikasinya bisa cek ke situs duatak.com kawan, disitu ada tuch.

Make Model

Cagiva Elefant 125
Year 1984 – 1990

Engine

Two stroke, single cylinder

Capacity

125 cc / 7.6 cu-in
Bore x Stroke 56 x 50.6 mm
Compression Ratio 12.9:1

Induction

Single  Dell’Orto  premix carburetor

Ignition 

Electronic
Starting Kick

Max Power

23.6 hp / 17.5 kW @ 9100 rpm

Max Torque

1.8 kgf-m @ 8000 rpm

Transmission

6 Speed 
Final Drive Chain

Front Suspension

Telescopic forks

Rear Suspension

Swinging arm single shock

Front Brakes

Single 240mm disc

Rear Brakes

Single 130mm drum

Front Tyre

2.75-21

Rear Tyre

4.60-17

Dry Weight

125 kg

Fuel Capacity 

14 Litres / 3.7 US gal

Cagiva Elefant 125 secara langsung terinspirasi oleh sepeda motor yang digunakan oleh Valerio Boni dalam berpartisipasi Rally of the Firaun dan Cagiva hadir dengan penuh gaya serta kemegahan maksimumnya. Disajikan dalam warna putih / merah dengan pelana merah, pada tahun 1984 versi yang disebut “Dakar” dijual dan menampilkan warna putih / biru baru atau sebagai alternatif putih / merah. Harga pada tahun 1984 adalah Lire 3.298.240. Beruntungnya Cagiva kala itu mendulang kesuksesan besar dalam penjualan Cagiva Elefant 125 ini kawan.

“Harga Jual dari Cagiva Elefant 125 ini dikisaran harga 1.300 Euro yang kalo dikonversikan ke mata uang rupiah menjadi 20 juta koma sekianlah. Itu harga untuk sepeda motor bekas disana, kalo dibawa kemari bisa jadi lebih dari 2 kali lipat harga tersebut kawan. Gimana??? Mau masukin motor ini kemari???…..” Tanyaku pada kawan-kawanku yang sedari tadi asiek mendengarkanku bertutur kata.

“Eeebuzzzeeettt!!!!…… Ternyata sepeda motor 2 Tak mengalami kenaikan ndak cman disini aja ya, tapi di negara lain juga kembali naik daun ya.” Sela Mimin yang sedari tadi asiek mendengarkan sembari jari jemarinya sibuk memainkan layar ponsel.

“Sepertinya begitu Min, soalnya aku liat juga di bebebrapa negara luar sana. Sepeda motor 2 Stroke harganya mulai naik kembali, awalnya ndak dilirik…. Eeeehhh!!!! sekarang malah jadi incaran, baik itu kolektor, penghobi dan juga mereka yang mencari peruntungan disana. Tak Masalah…. Toh, kita juga bangga kalo motor-motor tua yang dimiliki kembali dilirik orang ketika di jalan ya ndak???…..” Jawabku kembali.

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*