Sensasi Berkendara Menggunakan Yamaha XSR 155 Ke Bali Bagian Timur

Akan kuceritakan sebuah pengalamanku sensasi berkendara menggunakan sepeda motor Yamaha XSR 155 ke Bali Bagian Timur. Sebuah sepeda motor bergenre new retro sport tourer atau orang biasa bilang model ala motor klasik. Walaupun tampilannya klasik alias jadul, tapi tetap mengusung teknologi masa kini yang ramah lingkungan. Menggunakan basic mesin dari Yamaha R15 V3 dengan transmisi 6 percepatan, Liquid cooled, 4-Stroke, SOHC, 4 Valves, Serta dibenamkannya teknologi VVA membuat Yamaha XSR 155 ini lebih bertenaga dan akselerasinya smooth banget. Bahkan deselerasi saat mengurangi perseneling hampir tak terasa.

Mengusung konstruksi Bore X Stroke 58,0 x 58,7 mm dengan rasio kompresi 11,6 : 1 mampu memuntahkan daya kuda sebesar 19 HP/10.000 rpm dan Torsi maksimum 14.7 Nm/ 8500 rpm.
Sedangkan untuk posisi ridingnya enak dan nyaman bagi Mimin yang tinggi badan cman 165cm hanya minus jinjit balet buat orang seperti Mimin. Sengaja menghindari pake Yamaha WR 155 karna ground clereance nya yang tinggi, eeehhh…. ternyata Yamaha XSR 155 ndak beda jauh tingginya. Alhasil tiap ketemu traffic light alias bangjo kudu sigap nyari boulevard/pembatas jalan buat naruh kaki mimin yang jinjit balet hahahahahaha🤣✌🏻

Okee…. perjalanan kali ini akan menuju area Bali Timur. Tepatnya kami akan menikmati perjalanan menuju pantai Amed di Karangasem lalu lanjut pulangnya lewat daerah Seraya. Start dari Main Dealer Yamaha DDS Bali di jalan Diponegoro Denpasar sekitar jam 9an pagi. Perjalanan melewati By Pass Ida Bagus Mantra, dimana jalanan tersebut lebih banyak lurus doang sejauh 90 KM. Karna jalanan ini melewati pinggiran pantai jadi cukup puas dimanjakan dengan pemandangan pantai lalu melewati perbukitan dimana Kami harus berhati-hati dengan truck pasir yang melintas. Melewati Goa Lawah lalu Blue Lagoon Beach dilanjutkan melalui jalan menuju kearah Virgin Beach kemudian melewati Tirta Gangga dan setelah menempuh perjalanan santai selama 3 jam sampailah kami di Pantai Amed.

Beristirahat sejenak dipinggir jalan sembari melemaskan badan agar tidak cepat lelah diselingi obrolan ngalor ngidul mulai dari seputar roda dua hingga isu politik yang sedang hangat di negeri ini. Karna tujuan dari touring itu sebenarnya adalah menikmati perjalanannya, maka setelah cukup beristirahat. Perjalanan kami lanjutkan melewati jalur yang jarang dilewati oleh para penyuka turing. Mentari Tersenyum dengan senangnya hari itu, cuaca terik yang menyengat cukup membuatku merasa gerah. Maklum salah pake jaket hahahahaha😅😅 harusnya pake jaket yang nyaman dengan airflowyang baik. Mimin malah pake jaket kulit imitasi, secara look sich masuk banget kawan. Motor Jadul dengan teknologi modern Yamaha XSR 155 dipadukan dengan jaket kulit sebagai ciri khas hanya kurang helm fullface retro, maklum satu-satunya helm fullface yang ada hanya helm KBC Euro dapat dari hadiah lomba yang Mimin punya buat turing.

Semua itu terbayarkan dengan puas sekali, seperti melewati daerah yang bukan di Bali. Dimana tebing savana disisi kanan dan hamparan laut lepas disisi kiri menemani sepanjang perjalanan, sayangnya lagi kemarau. Seandainya ini di musim penghujan maka savana akan lebh hijau dan lebih terlihat seperti diluar negeri ini, tapi tetap walaupun musim kemarau pemandangan yang disuguhkan sangatlah elok kawan dan saranku jika kalian ke bali kalian harus kesini, melewati daerah ini. Jadi kami melewati jalanan yang bukan seperti diawal kami lalui, kami melewati jalan raya Lipah lalu melalui Seraya hingga ujungnya akan kembali ke Taman Ujung. Dari Pantai Amed kami mengambil jalan kearah kiri bukan ke kanan melewati jalan yang diawal kita lalui.

Karna sedari berangkat perut kami lebih banyak yang belum terisi, maka diperjalanan pulang kembali ke main dealer DDS Bali. kami singgah sebentar ke Warung Lesehan Merta Sari. Menu yang disajikan adalah menu ikan laut, jadi jangan ragu untuk mampir kesana jika kalian singgah ke area Bali Timur kawan. Sambil mengisi perut diselingi dengan obrolan ringan dan melepas lelah, kami sangat menikmati perjalanan kali ini. Maklumlah…. pandemi Covid19 ini bikin jiwa turing kami bergejolak memutar gas dan memainkan persneling motor akhirnya dapat juga terpuaskanSetelah perut terisi perjalanan berlanjut hingga sampailah kami kembali ke main dealer DDS Bali dengan selamat tanpa kekurangan satu apapun.

Impresi selama mengendarai Yamaha XSR 155 ini ternyata diluar ekspektasi Mimin. Riding position nyaman, tarikan responsif, tuas persneling lembut dan tak menghentak terutama saat deselerasi kala menurunkan gigi persneling kemudian shock Upside Down dibagian depan ternyata mampu meredam kejamnya lubang jalanan dengan lembut. Bahkan Mimin sempat coba di speed 122 KM/Jam lalu coba mengerem mendadak dengan prosentase 70% rem depan dan 30% rem belakang ternyata suspensi depan mampu meredam dengan sempurna tanpa terasa seperti mau terhempas ke depan. Suspensi belakang dipadukan dengan swingarm Banana memberikan sensasi yang menyenangkan saat melibas tikungan. Minusnya bagi Mimin pribadi adalah Ground Clereance yang tinggi dan joknya cukup keras hehehehehe…..😁

Terima Kasih dan Jangan Lupa Bahagia.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*