Nikmati Perjalanan Bersama Sang Penjelajah Suzuki GT 380

Sabtu sore ini sinar mentari tak begitu menyilaukan seperti beberapa hari yang lalu, tetapi panasnya tetap aja bikin badan kegerahan. Apalagi mulai masuk tanggal tua gini mending pake cara Mimin hehehehehe….. “maen ke rumahnya mbah Gugel aja enaknya” Gumamku dalam hati. lumayan bisa nyobain motor yang unik dan langka plus dapat suguhan dari si pemilik rumah. Emang bener dach…. Mbah Gugel ini emang paling senang kalo rumahnya ramai dikunjungi. Panasin motor sebentar sembari bersiap-siap untuk berangkat, setelah segala yang aku perlukan telah siap. Aku pun mengeluarkan motor dari garasi dan tak lupa cek pintu serta kunci gerbang biar aman dari Mimin yang hobi nyelonong masuk rumah orang hahahaha…..🤣😂

Menyusuri jalanan ibukota sejenak, menikmati keriuhan lalu lalang kendaraan yang melaju di depanku. Sebenarnya rumah mbah Gugel ndak jauh, hanya saja lagi ingin sejenak menikmati keramaian kota. Akhirnya aku pun sampe di rumah mbah Gugel, setelah lapor dengan security yang jaga didepan rumahnya mbah Gugel. Segera kupencet BELL dan sudah pasti Bi Asih menyambut kedatanganku.

“eeehh!!! Den Santoso”
“Sugan teh saha???…”
“kumaha kabarna??….”
“milarian saha??…. Bibi Tah??….” Disertai senyum genit Bi Asih.

“eleuh-eleuh!!!…. Aya aya wae Bi Asih”.
“Teu, Atuh Bi!!!…..”
” kang larry Jeung kang Sergey Aya??….”

“Aya Den… Sok Atuh, asup ka jero” Jawab Bi Asih.

Aku pun segera menuju ke Garasi untuk mnemui Kang Larry dan kang Sergey, Rumah mbah Gugel ini sangat luas. Dari Halaman depan menuju ke garasi aja butuh waktu hampir 5 menit untuk berjalan kaki. Terdengar bunyi raungan khas motor 2 Langkah dan tentunya bukan sepeda motor 2 tak biasa akan tetapi sebuah sepeda motor see 2 Stroke dengan konfigurasi triple inline alias 3 silinder segaris. Suaranya rada-rada serak-serak kayak orang pilek gitu kawan. “Hallo Kang Sergey dan kang Larry!!…” sambil menjabat tangan kedua pemilik rumah ini. “Naaahh!!!…. Kebetulan nie ada kamu, kita lagi manasin motor nie” balas Kang Larry.

“Motor Suzuki apa ini Kang??…..” Tanyaku.

“Ini namanya get link Suzuki GT 380” Balas kang Sergey.

“Mantap kang….. Ngangkat dihargai berapa??…” Tanyaku kembali.

” Biasalah…. rahasia hehehehe….. ” Balas Kang Sergey kembali.

“Ya udah… Kisaran harganya berapa sekarang ini??…” Kembali pertanyaanku terlontar.

“Kalo pasaran harganya jelas gelap, tapi kisarannya diangka 20 jutaan sampe dengan 50 juta lebih” Balas kang Larry.

“ceritain dong kang…. Sejarahnya motor ini??…”

Kang Sergey pun memulai ceritanya padaku dan tentunya Kang Larry pun ikut bergantian bercerita saling bersahutan menjelaskan tentang Suzuki GT 380 2 Langkah ini padaku. Okee!!!!….. Sepeda motor ini masuk ke Indonesia di Periode dekade 70an, sedangkan di negara asalnya  Suzuki meluncurkan triple inline dua tak berpendingin udara GT380 dan GT550 pada tahun 1972. Suzuki GT750 tiga silinder berpendingin air telah dihadirkan setahun sebelumnya dan tentunya pada Suzuki GT 380 Serta Suzuki GT 550 mengikuti desain model andalannya. GT Sendiri berasal dari kata Gran Turismo yang nyata nya, motor ini emang lebih asiek untuk dibawa turing, jadi kurang cocok sebenarnya buat kebut-kebutan. Walaupun di negara lain motor ini dipake juga buat balapan. Mulai dari Porting, timing, kompresi, ukuran karburator, dan lain-lain. Semuanya dipilih untuk menghasilkan daya yang halus dan sudah barang tentu mengorbankan daya maksimum. Sejatinya Suzuki GT 380 ini hanya dibuat untuk turing dan bukan untuk berkendara dengan gaya sport.

“Uniknya pada bagian pipa pembuangan gas sisa pembakaran, coba saja tengok!!! Dari bagian headnya muncul 3 leher knalpot. Tetapi dimuaranya berujung pada 4 silincer. jika kalian tengok pada bagian kolongnya. Akan terlihat kalo salah satu pipa knalpotnya yang tengah sendiri itu terbelah menjadi 2 bagian. Coba saja kalo ndak percaya kamu melongok ke kolong knalpotnya disitu terlihat jelas jalur percabangannya”. Sela kang Larry.

“Mantapnya lagi Semua seri GT pada Suzuki 2 Tak ini telah dilengkapi dengan Sistem CCI. Jika pada produk Yamaha biasa disebut dengan autolube. CCI itu sendiri singkatan dari Crankshaft Cylinder Oil Injection yang artinya oli disuntikan pada bagian poros engkol dan silinder. jadi ndak perlu lagi nyampurin oli ke Tangki. Selain itu kinerja Ram Air Systemnya mampu mendinginkan mesin lebih cepat serta mengurasi resiko terjadinya Overheat pada mesin”. Kang Larry kembali melanjutkan ceritanya.

Bi Asih datang membawakan satu teko/morong es lemon tea lengkap dengan 3 buah gelas serta camilan untuk menemani kami yang sedang asiek ngobrol di taman dekat garasi. “Silahkan diminum dulu” ucap Bi Asih. “Bi Asih…. Aku Minta nasi goreng ya, laper nie” Ucapku pada Bi Asih.
“Siap Den…. Mau yang nasgor spesial, seafood, ikan asin atau yang mana ini Den??…. Tanya Bi Asih padaku.

“Mana Aja Boleh Bi… Aku Lapar” Jawabku dengan sedikit berbisik pada Bi Asih.

“Okee!!!… Juragan Larry dan Juragan Sergey mau pesan apa??” Tanya Bi Asih Pada kedua Orang tajir ini.

” Udah samain aja Bi…. Bibi kan tau kesukaan kami nasgor apa?? Jawab kang Sergey.

“Siap juragan… Bibi Balik ke dapur dulu ya. Balas Bi Asih kembali.

“Nogomng-ngomong obrolan kita tadi sampe dimana ya??….” Tanya Kang Larry.

“Anu kang… Tadi sampe bahas CCI pada Suzuki GT ini” Jawabku.

Jadi Suzuki GT 380 bisa dibilang motor masif dengan sasis yang kaku dan menggunakan shock depan model teleskopik di bagian depan serta Dual Shockbreaker yang dipasang pada lengan ayun baja tubular. Remnya sendiri menggunakan rem jenis drum ganda 180 mm di depan dan 200 mm di belakang. kemudian menggunakan lingkar vel berukuran 19-inch untuk bagian roda depan dan belakang menggunakan ring 18-inci dimana ban depannya memiliki ukuran 3,00 dan 3,50 ban belakang. Rem depan terbukti paling baik sebenarnya di kelasnya, namun karna pasar menginginkan lebih. Jadi ya… Hanya cukup dan diganti dengan rem cakram untuk menghentikan laju roda depan di tahun berikutnya. kang Larry mulai melanjutkan ceritanya.

Mesinnya berkapasitas 371 cc 2 Stroke berpendingin udara dengan ukuran Bore X Stroke 54 x 54 mm dan sudah barang tentu menggunakan 3 buah karburator Mikuni 24mm untuk mengabutkan bahan bakar. Kompresinya sebesar 6.7 : 1 mampu menghasilkan daya kuda sebesar 38 hp @ 7500 rpm dan torsinya sebesar 38 Nm @ 6000 rpm serta dipadukan dengan transmisi 6 percepatan mampu berlari hingga 153 km / jam. bobotnya hanya 171 kg dan tangki bahan bakarnya mampu menampung hingga 15 Liter serta kapasitas oli sampingnya mampu menampung hingga 1,3 Liter. “Bentar…. Aku bukain situs web yang biasa update soal motor 2 tak” Balas Kang Sergey sambil mengetikkan nama blog duatak.com dilayar Hape. “Ini Spesifikasi lengkapnya….. Coba kamu baca dulu aja” Ucap Kang Sergey kembali :

Make Model

Suzuki GT 380

Year

1972 – 1978

Engine

Two stroke, transverse three cylinder

Capacity

371 cc / 22.6 cu in
Bore x Stroke 54 x 54 mm
Compression Ratio 6.7:1
Cooling System Air cooled
Exhaust 3 into 4, stainless steel

Induction

3 x 24mm Mikuni carburetors

Ignition

Battery and coil

Starting

Kick

Max Power

27.7 kW / 38 hp @ 7500 rpm

Max Torque

38 Nm / 3.9 kgf-m / 28 lb-ft @ 6000 rpm

Clutch

Wet, multiplate

Transmission

6 Speed

Final Drive

Chain

Front Suspension

Telescopic fork

Rear Suspension

Dual shocks, springs, 5-way adjustable

Front Brakes

180mm drum

Rear Brakes

180mm drum

Front Tyre

3.00-19

Rear Tyre

3.50-18

Dimensions

Length: 2090 mm / 82.3 in
Width:      800 mm / 31.5 in
Height:  1100 mm / 43.3 in

Wheelbase

1380 mm / 54.3 in

Seat Height

787 mm / 31 in

Wet Weight

171 kg / 377 lbs

Fuel Capacity 

15 Litres / 4.0 US gal / 3.3 Imp gal

Top Speed 

153 km/h / 95 mph

“Oiyaaa…. kang!!!! Selama mas edarnya di tahun 70an ada beberapa perubahan Kang???…..” Tanyaku kembali pada kedua orang jenius dan kaya raya ini.

“Pertanyaan yang bagus, akan saya coba bantu menjawab pertanyaanmu” Kang Larry menimpali pertanyaanku.

Di tahun 1973 Suzuki mengeluarkan seri GT 380 K dengan rem cakram dibagian depannya, sayangnya kinerja rem depan tak bekerja maksimal saat musim hujan datang. Tertera jelas dibagian shock depannya ada stiker peringatan, solusinya ya bantalan rem diganti dengan yang lebih modern dan selang rem menggunakan merk Goodridge dapat meningkatkan daya pengereman asli dan menyembuhkan penyakit gagal ngerem saat musim hujan tiba.

Kemudian pada tahun 1974 Suzuki GT 380 L ini Karburator diubah menjadi tipe kecepatan konstan bersama dengan perubahan pada kotak filter udara yang berarti Suzuki GT 380 harus kehilangan satu horsepower menjadi 37 Hp. Sprocket final drive diubah untuk menaikkan gearing dan indikator gear dipasang pada instrumen speedometer. Penutup Ram Air berbentuk lebih halus dan kehilangan siripnya.

Tetapi di tahun 1975 Suzuki GT 380 M Karburatornya kembali seperti seri pertama, hanya saja produksinya menurun karna model dari Suzuki GT 380 ini dianggap sudah usang. Diawal kemunculannya mampu memproduksi hingga 30 ribu unit lebih dan menurun menjadi kurang dari 10 ribu unit per tahunnya di tahun 1975.

Bagian kalian yang memiliki motor ini harus mewaspadai satu hal!!!!…. Aki!! Yupzz…. motor ini sudah menggunakan sistem pengapian full DC, dimana sumber listrik untuk pengapian diambil dari aki. Jika aki mati??…. Ya…. Selamat mendorong motor kawan, ingin mencoba di start dorong!?!?!…. lebih baik jangan!!!…. BAHAYA!!!!…. Gigi plastik pengapiannya bisa remuk!!!!….. Selain itu hati-hati juga kelistrikannya, jangan kelamaan kunci kontak dalam posisi ON, tapi motor ndak dinyalakan. Karna kondensor bisa jebol, plus koil korsleting. Satu hal lagi yang ndak kalah penting arus pengisian listriknya  juga perlu diperhatikan, ini motor bukan pake spul. Tapi menggunakan alternator macam di mobil, jika sampe jebol bakal jebol susah ngakalinnya.

Hebatnya lagi di Indonesia ini hampir semua merk motor dan jenis motor tersedia, buktinya… Suzuki GT 380 ini beberapa kali terlihat dalam situs jual beli online untuk diperjual-belikan. Berbicara harga ya seperti yang sudah disebutkan tadi. bahkan jika beruntung bisa mendapatkan motor ini dengan harga yang jauh lebih murah, Yaaa….. Walaupun itu kondisi bahan yang tentunya masih banyak perlu perbaikan disana-sininya agar motor tersebut kembali layaknya motor yang baru keluar dari dealer. Cuman…. kudu siap-siap juga karna ini motor juga bisa dibilang boros bahan bakar, belum lagi kalo ndak pintar setel karbunya yang ada malah pincang suara mesinnya.

Bi Asih pun datang membawakan 3 piring nasi goreng dan satu morong Jus pepaya yang telah di mix dengan mangga. sangat cocok dengaan kondisi perut yang lapar plus haus melanda. “Ini Den, pesanannya…. Dan ini Cemilannya buat juragan Larry serta juragan Sergey, bibi balik lagi kebelakang ya” Ucap Bi Asih pada kami.

“Yapzz….. Kurang lebih sejarahnya motor Suzuki GT 380 triple inline 2 Tak seperti itu, Gimana mau coba bawa seharian ndak??….” Tanya kang Sergey padaku.

“Yakin boleh nie???….” Tanyaku.

“Silahkan bawa aja, jangan lupa motor kamu ntar titip ke pak Satpam aja kuncinya…. biar dimasukin kesini” Balas Kang Larry.

“waduuhhh!!!!…. Jadi ngerepotin malahan, ndak usah repot-repot biar saya masukin aja sendiri nanti” Balasku.

“Udah gpp biasa aja lagi, kita mah nyante wae…” balas kang larry kembali.

“Yukkzzz.!!!…. Dimakan dulu, kasian ntar keburu adem nie nasgor” kata kang Sergey.

Aku pun memakan nasi goreng masakan Bi Asih yang lezatnya bikin nagih, “tau aja Bi Asih kalo aku suka nasi goreng ikan asin plus udang” gumamku dalam hati. Kami pun kembali ngobrol ngalor ngidul mulai dari lingkungan sekitar hingga membahas ranah politik yang akhir-akhir ini menjemukan serta tak lupa isu Pemilu menjadi pembicaraan hangat kami. Tanpa terasa denting waktu telah berlalu teramat cepat, aku pun pamit pada Kang larry dan kang Sergey. tak lupa mampir ke pos Security, niatnya sich mau masukin ke dalam. tapi dilarang oleh Pak Security yang baik hati. Katanya kasih kuncinya aja…. nanti biar saya yang masukkan motornya. Aku pun tak bisa berbuat banyak dan menyerahkan kunci motorku pad aPak Security yang baik hati ini. Terima kasih.

Jangan Lupa Bahagia.

 

NB : Alur dalam cerita ini hanya rekaan / fiktif belaka, namun terkait spesifikasi teknis dan data lainnya merupakan murni dari sumber yang sebenarnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*