Perjalanan Balik Ke Bali Mengendarai Honda NSR 150 R

Setelah mendapatkan apa saja yang dicari selama di Jember, kini saatnya beberes untuk kembali balik ke Bali. Cek oli samping lebih dari cukup, cek air radiator berkurang karna rembes diselang radiator otomatis kudu nambah terakhir cek bahan bakar tersisa setengah tangki dan diisi saat perjlanan balik. Tak lupa titipan tas kawan ikut nyangkut di jok belakang plus selembar kertas bertuliskan dibagian belakang. Start jam setengah sebelas pagi eeehhh!!!!…. Pagi apa siang yakzz??……. Karebet mulai melaju meninggalkan Desa Curahmalang- follow Jember setelah sebelumnya berpamitan dahulu dengan orang-orang yang ada disana. Deru mesin dan kepulan asap mulai menemani perjalananku. Tak jauh dari tempat aku berangkat, mampir bentar ke SPBU buat isi Pertalite ke tangki Karebet. Tercatat pas 3,3 liter terisi penuh tangki motor source url Honda NSR ku.

Saatnya kembali meluncur, memasuki wilayah Krikilan laju kendaraan melambat dikarenakan ada insiden kecelakaan didepanku. Sebuah kendaraan berjenis minibus ringsek di bagian sopir hingga as roda depan patah. Perjalanan jauh tak hanya menyiapkan fisik dan mental saja, butuh kesabaran dan kewaspadaan saat di jalan. Sesampainya di alas Gumitir, istirahat sejenak menikmati sarapan sembari melihat pemandangan yang terhampar di depan. Saat Siang hari jalanan lebih rame kendaraan dan tentu kewaspadaan tetap harus terjaga, lengah dikit bisa masuk jurang kawan.

Perjalanan berlanjut….. Memasuki Kota Genteng mampir bentar dan aku pun menunggu kawan yang sedang memilihkan sepatu buat anaknya, katanya harga sepatu disini jauh lebih murah dibandingkan di Denpasar, apalagi merk sepatu lawas yang memang terkenal selalu update untuk anak sekolah. Sempat ada seorang bapak yang akan ke Bali menghampiriku, dikiranya motorku mogok dan kukatakn saja kalo sedang menunggu kawan yang ada diseberang sana. Setelah mendapatkan apa yang dicari….. Karebet kembali melaju dengan kecepatan rata-rata 60-80km/jam, belum juga sejam berjalan lihat banyak pedagang es kelapa muda dipinggir jalan langsung melipir kembali. Maklum riding bareng orang yang sudah berkeluarga tentu akan lebih sering istirahat. Segelas es kelapa muda sembari ngobrol-ngobrol sejenak serta tak lupa peregangan tubuh agar tidak gampang capek di jalan.

Pukul setengah 3 kami sudah memasuki go site Pelabuhan Ketapang, segera kusiapkan KTP, SIM dan STNK tak lupa isi Form serta menyiapkan kartu E-Money. Terkendala sedikit saat menggunakan E-Money, ternyata saldonya kurang. Dasaar!!!….. cuman bisa pake sampe lupa ngisi tadi di retail waralaba. Untungnya petugas E-Money disana dengan cekatan mengisi saldo kartuku. Ombak cukup besar sore itu, terasa beberapa kali kapal yang kami tumpangi menghantam ombak. Sesampainya di Pelabuhan Gilimanuk segera kusiapkan SIM, STNK dan Tak Lupa KTP, kelar urusan tersebut cek tangki bahan bakar. Nampaknya hanya cukup untuk sampai di Kota Negara saja. Baru berjalan setengah jam, kembali harus berhenti, kali ini menikmati santap sore sambil menikmati pemandangan sawah yang terhampar disepanjang jalan. Perut kenyang, tak lupa crreezzz….. crrreezzz…Bulll sebentar lalu kembali kami meluncur. Setelah melewati Kantor Bupati, Karebet melipir ke SPBU untuk isi bahan bakar. Lumayan banyak Karebet menenggak 9,1 liter Pertalite. Hari sudah mulai temaram, senja telah pergi meninggalkan semu rona jingga di langit.

Lepas dari Kabupaten Negara, motor kembaII melipir….. Kali ini ngopi dulu kawan. Menikmati kopi sejenak dan ternyata posisiku beristirahat tepat di depan Bale Sante Honda yang sedang bongkaran. Setelah puas menikmati secangkir kopi dan sebatang nikotin, Karebet kembali menyalak dan meliuk-liuk diantara ramenya kendaraan yang menuju kearah denpasar. Selama diperjalanan cukup banyak kendaraan roda dua yang menyalipku sambil tersenyum mengacungkan jempol. Maklum Kertas yang aku sematkan diantara tas yang kuikat dengan ban dalam sepeda motor bertuliskan source url Wong Rabi Modale mung kalih….. Kalih Sinten ( Orang Nikah modalnya hanya dengan….. Dengan Siapa). Kali ini Sepeda motor 2 Tak yang kukendarai melaju tanpa beristirahat sedikit pun dan tepat jam 9 kurang 15 menit malam itu kami telah sampai di kost. Segera turunin tas bersihin kamar lalu mandi dan rebahan diatas kasur yang sudah beberapa hari tak kutempati. Ada yang kelupaaan….. buka jok, cek olsam masih banyak kurang lebih 400ml, cukuplah buat muter-muter keliling kota.

Lelah tentu pasti…. Tapi rasa puas yang tak terbayarkan jauh lebih besar. tahun 2015 lalu sudah pake motor bebek/cub Honda Supra X 125. Secara riding position tentu jauh berbeda. Dari jenis motornya aja udah berbeda jauh, satunya bebek dan satunya sport 2 stroke tahun 97 ditambah stang setir sudah berganti milik Honda NSR 150 RR yang lebih rendah dan lebih nekuk. Awal mengendarai karebet tentu butuh penyesuaian, lihat aja…. Tangkinya kotak memanjang begitu dan badan dipaksa lebih rebah, setelah dapat feel nya yaa….. Enak aja mengendarai karebet tanpa ada gejala capek dan pegal di area pergelangan serta pundak. Cek Tangki bahan bakar hampir setengah tangki habis, ini gegara selepas pantai Soka ridingnya lebih banyak maenin Gas. Bukan karna jalanan yang kulalui sepi, tetapi banyak rombongan pemudik yang sruntulan. Abis nyalip lhaaaa…… Kok malah ngerem ya aku yang dibelakang kaget, tak jarang juga sudah tau ndak bisa masuk tetap merangsek memaksa untuk masuk. Otomatis pepet sampe disampingnya lalu blayer-balyer dulu sambil buka kaca helm dan mengingatkan biar ndak membahayakan orang. Herannya ndak sekali atau dua kali tapi sering banget tuch kena pemudik yang sruntulan Jangan ditiru ya….. hehehehe

Untuk estimasi biaya yang telah kukeluarkan selama perjalanan dan spesifikasi dari motor NSR 150 R Tipe mesin¬†2 Langkah 150 cc merk honda ini akan saya jabarkan diartikel selanjutnya ya….. Mau Rehat dulu, mana Mimin, Rojak ama Tigor udah nagih kue lebaran pula. Untung kagak nagih opor ayam ama ketupatnya yang ada isi warung bisa pindah semua ke jok belakang hahahahaha…………¬†

Bersambung………..

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*