Sejarah Sepeda Motor di Indonesia Dan Orang Pertama Pemilik Sepeda Motor Di Indonesia

menikmati sore sembari menanti senja berlalu berganti malam, terdengar hingar bingar suara dari sekumpulan pemuda yang lagi ngobrolin soal apa pun termasuk bahas sepeda motor. Sore ini Rojak, Tigor dan Juga Mimin lagi nongkrong di teras rumah. Obrolan mengalir begitu saja, mulai dari kondisi carut marut negara ini dimana komoditas utama yang menjadi drama di negeri berflower adalah cinta dan kemiskinan masih menjadi moda utama selain sex dan horor serta politik. Tanpa sadar obrolan pun akhirnya mengerucut kearah pembicaraan sejarah sepeda motor yang pertama kali ada disini dan Juga siapa sajakah orang-orang yang pernah saling adu memecahkan rekor turing tercepat di negeri ini. Tentunya ini menjadi obrolan yang seru diantara kami semua kawan.

“Eeehh!!!…. Tau gak kalian semua ini sepeda motor memiliki sejarah yang sangat panjang di negeri ini. Sepeda motor bahkan sudah hadir sejak negara ini masih berada di bawah pendudukan Belanda dan masih bernama Hindia Belanda, Nederlands Indie. Data yang ada menyebutkan, sepeda motor hadir di Indonesia sejak tahun 1893 atau 126 tahun yang lalu.” Ucap Tigor setelah habis melahap sebiji pisang goreng dengan sigap takut dijahilin ama Rojak.

“Iyeee!!!…. Gue juga tau itu bang, orang pertama yang memiliki sepeda motor di negeri ini bukanlah orang Belanda, melainkan orang Inggris. Dan, orang itu bernama John C Potter, yang sehari-hari bekerja sebagai Masinis Pertama di pabrik gula Oemboel (baca Umbul) Probolinggo, Jawa Timur.” Rojak menimpali ucapan Tigor sambil asiek mengorek hidungnya.

“Teruuuss!!! gimana sejarahnya itu masinis bisa punya sepeda motor di tahun itu???….. Secara pada saat itu hanya expatriat dan konglomerat yang mampu membeli.” Tanya Mimin sedikit heran pada Rojak.

” Jadi gini Min…. Dalam buku Krèta Sètan (de duivelswagen) dikisahkan bagaimana John C Potter memesan sendiri sepeda motor itu ke pabriknya, Hildebrand und Wolfmüller, di Muenchen, Jerman. Sepeda motor tersebut tiba pada tahun 1893, satu tahun sebelum mobil pertama tiba di negara ini. Hal ini tentu membuat John C Potter menjadi orang pertama di negeri ini yang menggunakan kendaraan bermotor.
Sepeda motor buatan Hildebrand und Wolfmüller itu belum menggunakan rantai, roda belakang digerakkan secara langsung oleh kruk as (crankshaft). Sepeda motor yang dibeli oleh John C Potter belum menggunakan persneling, belum menggunakan magnet, belum menggunakan aki (accu), belum menggunakan koil, dan juga belum menggunakan kabel-kabel listrik sangat sederhana sekali pokonye itu motor dach.” Ucap Rojak Kembali.

MOTOR

Pada awal tahun 1900an, sepeda motor mulai jadi tren kaum elite di Hindia Belanda. Pemakainya bebas pejabat pemerintah, pengusaha perkebunan, atau bos pabrik gula. Memang itu pengusaha perkebunan dan gula hidup mewah bak jutawan. Mungkin seperti para miliuner di zaman sekarang.  Sepeda motor itu menyandang mesin dua silinder horizontal yang menggunakan bahan bakar bensin atau nafta. Diperlukan waktu sekitar 20 menit untuk menghidupkan dan mestabilkan mesinnya dan jangan heran kapasitas mesin sudah 1.500 CC yang artinya setara dengan mobil city car yang ada saat ini. Kurang lebih 39 tahun kemudian atau di tahun 1932, sepeda motor ini ditemukan dalam keadaan rusak di garasi di kediaman John C Potter. Sepeda motor itu teronggok lama di pojokan garasi dalam keadaan tidak terawat dan berkarat.

Atas bantuan montir-montir marinir di Surabaya, sepeda motor milik John C Potter itu direstorasi (diperbaiki seperti semula) dan disimpan di kantor redaksi mingguan De Motor. Kemudian sepeda motor antik itu diboyong ke museum lalu lintas di Surabaya, yang kini tidak diketahui lagi di mana lokasinya.

“Eehh!!!….. Eeehhhh!!!….. Tau ndak siapa orang pertama di negeri ini yang turing dari Batavia sampe Soerabaja jaman itu?!?!?!…..” Tanya Mimin yang sebenarnya sudah tau jawabannya, biasa ngetest ini mah si Mimin ke yang laen.

“jiiiaaahhh!!!…. Udah hasrat manusia terutama lelaki yang berjiwa biker min, Sejarah menuliskan bahwa pengendara sepeda motor pun berupaya membukukan rekor perjalanan lintas Jawa dari Batavia (Jakarta) sampai Soerabaja (Surabaya) yang berjarak sekitar 850 kilometer. Namun, tidak seperti rute mobil yang dicatat secara rinci dalam sumber sejarah, rute sepeda motor agak umum.  Hanya disebutkan dari Batavia kearah Bandung, Semarang, Blora, Tjepu, menuju Soerabaja.” Balas Rojak dengan nada bicara ala-ala orang jaman baheula.

“Yooiiii!!!……. Pada tanggal 7 Mei 1917, Gerrit de Raadt dengan mengendarai sepeda motor Reading Standard telah membukukan rekor perjalanan dari Jakarta ke Surabaya dalam waktu 20 jam dan 45 menit. Tak berselang lama sepuluh hari setelahnya, 16 Mei 1917, Frits Sluijmers dan Wim Wygchel yang secara bergantian mengendarai sepeda motor Excelsior memperbaiki rekor yang dibukukan Gerrit de Raadt.  Mereka mencatat waktu 20 jam dan 24 menit, dengan kecepatan rata-rata 42 kilometer per jam.” Kataku ikut dalam obrolan asiek mereka.

Kreta Setan

“Eeeiittzzzz!!!!……… jangan salah Bro, rekor itu tidak bertahan lama. Sembilan hari sesudahnya, 24 Mei 1917, Goddy Younge dengan sepeda motor Harley Davidson membukukan rekor baru dengan catatan waktu 17 jam dan 37 menit, dengan kecepatan rata-rata 48 kilometer per jam.” Balas Rojak dengan tak kalah serunya.

“Tapi lumayan lama lho…… Rekor itu sempat bertahan selama lima bulan sebelum dipecahkan oleh Barend ten Dam yang mengendarai sepeda motor Indian dalam waktu 15 jam dan 37 menit pada tanggal 18 September 1917, dengan kecepatan rata-rata 52 kilometer per jam.” Balas Mimin.

“Namanya lelaki Sob!!!…….Melihat rekornya dipecahkan oleh Barend ten Dam, enam hari sesudahnya, 24 September 1917, Goddy Younge yang berasal dari Semarang kembali merasa tertantang dan akhirnya mampu mengukir rekor baru dengan catatan waktu 14 jam dan 11 menit, dan kecepatan sepeda motor Harley Davidson yang dikendarainya rata-rata 60 kilometer per jam.” Ucap Tigor sembari kembali tangannya menjamah gorengan yang terhidang di nampan.

Karna melihat banyak para riders yang antusias saling memecahkan rekor waktu tercepat, maka Gerrit de Raadt yang pertama kali membuat rekor 20 jam 45 menit kemudian memperbaiki rekor terakhirnya dengan sepeda motor Rudge pada bulan 18 Agustus 1932 dengan catatan waktu 10 jam 1 menit atau tidak lebih dari setengah waktu rekor pertamanya, sayangnya….. Gerrit de Raadt tewas pada tahun 1934 dalam kecelakaan saat berlayar.” Jawabku yang kemudian kuseruput kopi hitam yang nikmatnya mampu membuatku melupakan sejenak masalah pada dunia.

“Herannya…. Ternyata pada jaman itu, di negeri ini juga hadir sepeda motor listrik beroda tiga yang menggunakan tenaga baterai, yang bernama De Dion Bouton Tricycle buatan Perancis. Sepeda motor listrik beroda tiga itu juga digunakan untuk menarik wagon penumpang. Sepeda motor lain yang juga digunakan untuk menarik wagon adalah sepeda motor Minerva buatan Belgia.” Ucap Mimin kembali yang kini tangannya tengah asiek beradu dengan Tigor memperebutkan pisang goreng.

MOTOR

“Btw….. Jaman sekarang juga ndak mungkin kayaknya turing dari Jakarta sampe Surabaya ataupun sebaliknya dalam waktu 10 jam 1 menit, yang ada ngebut sampe bangjo depan bisa busted alias mokad dilahap kendaraan dari arah lainnya.” Ucap Rojak yang kini mulali asiek memainkan nada keyboard ponselnya.

Jangan Lupa Bahagia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*