Malaguti Runner 125 Series Motor Enduro 2 Stroke Eropa Rasa Jepang

setelah puas keliling kota menaiki Honda MTX 125 R bersama dengan Mimin yang mengendarai Honda MTX 125 Rally. Motor kami giring menuju ke rumah Mbah Google aka rumahnya kang Sergey ama Kang Larry. Pemilik rumah lagi ndak ada disana, adanya Mang Yusup, Ujang si tukang bersih-bersih motor ama Bi Asih Kepala Dapur yang caem nan bahenol. Tak berapa lama kemudian, tibalah kami di rumah mbah Google. sebelumnya laporan dulu ama security di depan perumahan biar ndak dikira tamu ilegal. Sampe di depan rumah mbah Google pun laporan lagi ama securitynya, maklum horang kayah!!!…. kadang ribet gini, biasa menyangkut Privacy pemilik rumah, tapi sah-sah aja toh rumah milik dia jugaan. Kalo security yang depan rumah mbah Google mah udah kenal jadi udah tau tujuan kami kesini mau balikin motor yang sudah dipinjamkan.

Sesampainya di Garasi, Bi Asih menyambut kami dengan membawakan sepoci teh lengkap dengan es batu yang sudah ada di gelas, jadi tinggal tuang aja. Seperti biasa gelagat Mimin sudah terlihat, tanpa basa-basi langsung aja disamber itu gelas sekalian nuangin teh.

“Alhamdulillah!!…. Segaarr!!!! tenggorokanku.” Ucap Mimin setelah menenggak habis segelas es teh lalu tangannya piknik menggapai kue kering yang disedaikan.

“Buuzzzeeettt!!!…… Dach…. Kesurupan Min, Baca doa dulu…. Ntar dimakan Jin itu makanan ama minuman tau rasa kamu.” Ucapku melihat gelagat Mimin yang kayak Musafir di padang pasir.

“Udaahh….. Biarin aja atuh Den, Bibi mah seneng wae ada yang mampir kemari, apalagi yang Bibi bawain langsung diminum dan dimakan.” Ucap Bi Asih dengan senyum menggoda.

“Ya udah…. Bibi Tinggal ke dalem dulu ya, masih ada yang harus Bibi kerjakan.” Ucap Bi Asih kembali kepada kami.

“Nuhun Bi Asih untuk kuenya.” Balasku pada Bi Asih.

“Iyaa… Nuhun ya Bi buat minuman ama kue nya.” Balas Mimin sambil menuangkan kembali teh ke dalam gelasnya.

Sembari melepas lelah, kami beristirahat sejenak menikmati apa yang telah dihidangkan dan tak berapa lama datanglah si Ujang yang biasa ngurusin motor-motornya Mbah Google.

“Kumaha kabarna Kang??….. Damang??….” Ucap Ujang sambil menyalami kami berdua.

“Alhamdulillah Damang Jang.” Ucap kami bersamaan.

“Oiyaa… Akang-Akang sekalian, tadi Kang Sergey sempat pesan, itu motor Trailnya kalo mau ada yang dibawa lagi silahkan.” Ujang kembali berkata sambil menunjukkan kepada kami sebuah sepeda motor yang tampak sedikit asing.

“Alhamdulillah….” Ucap Mimin.

“Motor apalagi itu Jang???….” Tanya Mimin sedikit heran karna belum pernah sekali pun melihat sepeda motor ini.

“Ooohhh!!!!!…… Itu teh namanya Malaguti Runner 125, Malaguti Runner VS dan Malaguti Runner Rally. Kata Ujang sambil mendekati motor tersebut dan kami pun mengikuti langkahnya.

“Naaahhh!!!!…… Ujang, kamu kan biasa ngurusin motornya mbah Google, pasti lebih tau dong daripada kita.” Tanya Mimin dengan kasud ngerjain si Ujang.

“Eueleuh….Euleuh….. ini pasti saya na lagi ditest yak?!?!….” Balas Ujang yang tau maksud si Mimin.

“hehehehehe…… Tau aja kamu Jang, sok….. Jelaskeun atuh ke kita biar lebih paham.” Balas Mimin kembali.

“Jadi gini…..  Malaguti Runner 125 diproduksi dari tahun 1985 hingga 1986. Pada saat itu Malaguti hanya memproduksi sepeda motor 50cc dan merupakan pemimpin dalam penjualan kelas tersebut. Karn pangsa pasa r kelas 125 cc sedang happening saat itu. Tentu mereka ingin mencicipinya, maka terciptalah kesepakatan antara Malaguti, minarelli dan Yamaha untuk membuat sebuah sepeda motor 125 cc 2 Tak. Yamaha saat itu sudah mengeluarkan seri DT 125 LC di tahun 1983.” Ucap Ujang yang kemudian kembali melanjutkan penjelasannya.

Sepeda motor buatan Malaguti ini merupakan motor enduro yang secara gamblang menyematkan tulisan YLC (Yamaha Liquid Cooled) di sadel motornya. Karna berbagi mesin dengan Yamaha Tentu spesifikasi tak banyak berubah hanya sedikit perubahan kecil, dimana seri Malaguti Runner 125 ini menggunakan karburator Dell’orto PHBL 25 BS yang mampu mengembangkan daya kuda hingga 17 hp pada 7.500 rpm dan mampu melesat hingga lebih dari 120 km/jam. Sudah menggunakan YEIS (Yamaha Energy Induction System) dan pompa oli samping sehingga tak perlu repot campur oli samping ke tangki. Minus Elektrik starter yang kala itu belum dibutuhkan.

Motor ini pada saat itu diharga 3.300.000 lira dan secara estetika mirip dengan seri 50cc MFX atau MGX atau MDX, sasis dan banyak komponennya sama dengan yang ada di model enduro 50, tetapi memiliki beberapa variasi:
1) rangka belakang yang dirancang untuk memiliki koneksi footpeg penumpang;
2) sadel terpanjang untuk mengakomodasi penumpang;
3) panel samping;
4) shock absorber belakang.
5) satu-satunya motor Enduro 2 Langkah yang menggunakan 2 silincer disisi buritan

Kapasitas tangki sebesar 11,5 liter dengan cadangan sebanyak 2,5 liter. Warna yang tersedia adalah: hitam dengan stiker merah dan abu-abu dan pelana merah; putih dan merah dengan stiker biru dan hitam dan sadel merah; kemudian yang lain putih diperkenalkan dengan stiker biru dan pelana biru. Instrumentasi selesai, dengan pencahayaan kuning terdiri dari: speedometer, odometer, putaran rev, lampu peringatan idle, bensin, minyak, balok tinggi, panah dan indikator suhu yang dibentuk oleh beberapa lampu berwarna.

Shock depan sudah menggunakan telehidraulik canggih dengan diametere as shock 36 mm, dilengkapi selubung paduan ringan, di bagian belakang swingarm model klasik berbentuk tabung baja persegi dengan suspensi mono cross yang dapat disesuaikan. Sistem pengereman menggunakan cakram ukuran 230 mm di bagian depan yang dilayani oleh kaliper piston ganda dan pada bagian belakang masih mempercayakan pengereman drum brake/tromol berukuran 125 mm klasik. Roda berada di bagian depan 3,00 × 21 dan di bagian belakang 4,60 × 17. Berat yang kendaraan adalah 120 kg.

Kemudian Si Ujang Pun melanjutkan penjelasannya sembari beralih ke sepeda motor 2 Stroke yang ada di sebelahnya, Malaguti Runner 125 diawal tahun 1986 mengalami perubahan Teknologi yang signifikan. Dimana Yamaha DT 125 LC telah mengadopsi teknologi YPVS atau Yamaha Power Valve System. Maka Malaguti pun ikut menyematkan teknologi tersebut ke seri Malaguti Runner VS. Perlu dicatat bahwa Yamaha adalah yang pertama 125 yang mengadopsi sistem katup yang dikendalikan dengan servomotor listrik yang dikontrol secara elektronik, dua tahun sebelumnya sudah ada tapi masih menggunakan katup yang dikontrol secara mekanis atau pneumatik contohnya pada Aprilia.

Hasil yang dicapai saat menggunakan teknologi YPVS pun tak mengecewakan. Terbukti Racikan tersebut mampu menyemburkan daya kuda sebesar 22 hp pada 9000 rpm dan kecepatan tertinggi 130 km / jam, kinerja terbaik untuk masa itu. Motor ini ditawarkan dengan harga 3.554.000 lira, secara estetika mirip dengan seri emas MDX dan warna yang diusulkan adalah: hitam dengan stiker merah dan emas dan pelana merah atau merah dengan stiker hitam dan emas dan pelana hitam. Sayangnya, Malaguti tetap tidak mau menggunakan starter listrik yang semakin menjadi nilai lebih saat itu dalam penjualan. Selebihnya tidak ada variasi sehubungan dengan model sebelumnya. Versi ini akan tetap ada di pasaran sampai pertengahan 1987.

Perubahan utama dibandingkan dengan versi sebelumnya adalah:
1) bingkai/kedok lampu baru;
2) penambahan odometer parsial;
3) speedometer dan rev counter yang direvisi;
4) YPVS terlihat jelas di pelana/sadel;
5) mesin baru;
6) Vitaloni Scimitar spion.

“Naaahh!!!…… Selanjutnya yang ini akan saya coba bahas ya Kang.” Ujang berkata kepada kami sambil beralih ke motor 2 Stroke model Rally Dakar tersebut. Warnanya pun cukup menarik….. Kuningnya sadel berpadu dengan birunya bikin pengen segera besut ini motor.

Pada bulan Maret 1987, Malaguti kembali memperbarui seri Runner VS, disini yang berubah hanya segi tampilannya aja yang lebih kearah Rally Dakar, sedangkan dari sisi mesin sama sekali tidak ada perubahan dengan Malaguti Runner VS. Penyematan nama menjadi Malaguti Runner Rally. Warna yang tersedia adalah: hitam dengan stiker kuning dan putih dan pelana kuning, biru dengan stiker kuning dan putih dan pelana kuning, putih dengan stiker merah dan hitam dan pelana hitam, merah dengan stiker putih dan biru dan pelana biru. Harga  yang ditawarkan adalah 3.954.000 lira Turkey kala itu dan produk ini berdampingan denga Malaguti Runner VS. Perbedaan utama dari Vs, selain fairing depan, adalah:

1) rak bagasi dengan kecenderungan untuk kasus helm;
2) indikator suhu cairan pendingin dengan grafik yang mirip dengan LED berwarna;
4) tailpipes berwarna emas;
5) penutup cakram depan;
6) lampiran roda depan yang berbeda ke garpu.

Diakhir tahun 1988 perbedaan Seri Malaguti Runner Rally dengan sebelumnya terlihat pada depan yang serendah 50 Mrx, tapi tak persis sama. Penjualannya pun berakhir di tahun 1990, Walaupun merk lain sudah mengalami perkembangan baik dari segi mesin dan sasis. malaguti tetap mempertahankan sasis yang terbilang sudah usang di tahun tersebut, akan tetapi nilai plus ada pada mesin Yamaha 125 Liquid Cooled yang dbenamkan dalam tubuh Malaguti Runner VS dan Runner Rally. Dimana mesin ter sebut masih digdaya dibandingkan pabrikan lainnya kala itu.

“Kalo untuk Spesifikasi lengkapnya mah, Akang liat wae ke duatak.com.” Kata ujang sambil mengusap gawainya lalu mengetik duatak.com dan mencari spesifikasinya.

“Naaahh!!!….. Ini spesifikasinya kang.” Ucap Ujang Kembali sambil menyodorkan gawai miliknya kepada kami.

Make Model

Malaguti Runner 125 I RUnner VS I Runner Rally

Year

1986-1990

Engine

Two Stroke, single cylinder, reed-valve

Capacity

123 cc / 7.5 cu-in
Bore x Stroke 56 X 50 mm
Compression Ratio 6.8:1
Lubrication Autolube
Oil Capacity 1.2 Litres 

Induction

Dell’orto PHBL 25 BS

Ignition 

CDI
Starting Kick

Max Power

17 hp @ 7.500 rpm (Runner 125) I 22 hp @ 9000 rpm (Runner VS & Runner Rally)

Max Torque

1.5 kgf-m / 15.2 Nm @ 6500 rpm
Clutch Wet multiplate

Transmission 

6 speed
Final Drive Chain

Front Suspension

Telescopic Forks

Rear Suspension

Monocross

Front Brakes

Single 230mm disc

Rear Brakes

Drum Brake 125 mm

Front Tyre

3,00 × 21

Rear Tyre

4,60 × 17
Dimensions Length 2135 mm / 81.0 in

Width    820 mm / 32.2 in

Height  1255 mm / 49.4 in

Wheelbase 1360 mm / 53.5 in
Seat Height 840 mm / 33.0 in
Ground Clearance 270 mm / 10.6 in

Wet Weight

119.0 kg / 262.4 lbs

Fuel Capacity 

10 Litres / 2.2 gal

Consumption Average

20 km/lit

Braking 60 – 0 / 100 – 0

16.0 m / 43.7 m

Standing ¼ Mile  

16.9 sec / 115.9 km/h

Top Speed

124.6 km/h / 77.5 mph

“Kira-kira harga bekasnya motor ini sekarang berapaan Jang??…..” Tanyaku pada Ujang yang sedari tadi fasih menjelaskan motor ini.

“Untuk sekarang ini harga jual kembali sepeda motor 2 Langkah ini cukup lumayan tinggi.  Seri Malaguti Runner 125 saja dijual seharga 1.625 Euro yang jika dikonversikan ke mata uang rupiah menjadi 25 jutaan. Sedangkan seri terakhirnya Yaitu malaguti Runner VS dan Runner Rally harga jual kembalinya hingga 1.985 atau jika dirupiahkan menyentuh angka 31 juta lebih. Itu Harga rata-rata, jadi bisa lebih atau malah bisa dibawah harga pasaran, tentunya tergantung kondisi motor dan kelayakan mesinnya.” Kata Ujang setelah panjang lebar menjelaskan pada kami.

“Gimana Akang semua mau nambahin??…..” Tanya Ujang kepada kami yang tadi dengan seksama mendengarkan penjelasan si Ujang.

“Cukup Jang…… penjelasanmu benar-benar mantap, ndak rugi kerja ikut mbah Google.” Balas Mimin sambil menyodorkan tangannya memberi ucapan selamat.

“Gimana Kang??….. Mau Bawa motor yang mana??…..” Tanya Ujang kembali kepada kami.

“Ane ambil yang Malaguti Runner Rally aja, kamu yang mana Min??….. Jawabku sekalian bertanya pada Mimin.

“Yo Wes….. Aku yang Malaguti Runner VS aja.” Jawab Mimin.

“Oke kang….. Saya ambilkan kuncinya dulu ya.” Balas Ujang pada kami.

Akhirnya kami pulang dengan membawa motor pinjaman lagi kawan. Alhamdulillah….. Rejeki mah jangan ditolak, Pamali ntar malah seret lho…… Jadi Jangan mikir besar kecilnya asal rejeki halal mah sikat aja. Ya Ndak Gaeezz!!!…..

Jangan Lupa Bahagia.

 

 

 

 

6 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*