Roda-Roda Gila Yamaha DT 125 Motor Enduro Idola Kawula Muda Dekade 70an

Malam itu setelah selesai mengantarkan kekasih Idaman, Mimin Pun pamit karna ada janji mau night riding bareng ama Tarjo dan Wagimin. Berhubung belum terlalu malam dan Mimin dapat Pinjaman Yamaha DT 125 bermesin 2 Tak lansiran Tahun 1974 Berpendingin udara, seri Yamaha DT 125 tahun 1982 sudah menggunakan mesin baru dengan berpendingin cairan. Night riding kali ini bukan menjelajahi jalanan perkotaan, tetapi melipir ke pedesaan dan juga melalui rute yang tak bagus. Tentu ini dilakukan sesuai dengan kodrat motor Enduro yang 3 manusia itu tunggangi. Trreeeeng!!!…..Teng!!!….. Teng!!!….Trreeeeng!!!….. Teng!!!….. Teng!!!…. Gemuruh suara mensin 2 Langkah saling bersahutan melibas kegelapan malam, sambil menikmati suasana yang sepi. Berbagai kondisi jalan pun mereka lalui mnalam itu. Emang dach….. Ketiga bocah ini senang sensasi yang beda, walau jalan yang dilalui bukan jalanan yang extrem, namun cukup mengursa tenaga mereka bertiga.

Sampailah mereka di tempat yang cukup nyaman untuk berisitirahat sejenak sembari meneguk air yang dibawa. “Kukira tadi itu Yamaha RX 100 yang dimodifikasi jadi motor Enduro/Trail.” Ucap Wagimin Membuka pembicaraan.

“Bukan Boorrr…. Ini Yamaha DT 125 Milik Mbah Google yang biasa dipake maen trabasan ama mbah Google” Balas Mimin setelah meneguk bekal air yang dibawa.

“Enak juga ini motor Min, keliatan dari tarikannya gampang banget njengat ngimbangi kami” Kata Tarjo menimpali ucapan Mimin.

 

Yamaha DT125 adalah sepeda motor yang diproduksi oleh Yamaha Motor Company yang pertama kali diluncurkan pada tahun 1974 sebagai DT125A dan masih dijual di beberapa pasar untuk hari ini. Dilihat dari model penunjukannya Yamaha DT 125 ini menunjukkan bahwa itu adalah sepeda motor dengan gaya off-road 2 stroke, memiliki knalpot yang ditinggikan, setang dengan anggota silang, ban universal, dan ground clearance yang memadai untuk sepeda motor enduro off-road atau motor trail. Sedangkan untuk negara Amerika Serikat menerima Yamaha DT125H terakhir pada tahun 1981.

Ketika pertama kali diluncurkan, Yamaha DT125 menggunakan mesin 2 Tak satu silinder, berpendingin udara. Kerangka baja tubular gaya cradle, garpu depan teleskopik konvensional dan suspensi belakang swingarm dengan dual shockbreaker, dan pengeremannya masih memakai rem tromol depan dan belakang. Selama bertahun-tahun model ini menerima banyak pembaruan dan perbaikan, dan spesifikasi bervariasi di antara pasar yang berbeda. Perubahan penting termasuk penampilan swingarm shock absorber belakang pada tahun 1977, yang disebut Yamaha sebagai Mono-cross, atau MX alias penggunaan suspensi monoshock dibagian belakang, fitur ini banyak muncul pada sepeda motor kecil dan menengah Yamaha lainnya pada waktu yang bersamaan. Pada tahun 1983, Yamaha DT 125 menerima restyle utama dan memperoleh mesin berpendingin cairan. Dimana seri ini menjadi Yamaha DT125LC. Pada tahun 1985 catu daya listrik ditingkatkan menjadi 12v, drum brake alias rem tromol depan diubah menjadi disk brake, dan suspensi belakang naik tingkat dilengkapi dengan preload dengan kode MK3 DT125LC. Restyle lain untuk tahun 1987 memberi kami DT125R, perubahan spesifikasi yang paling mencolok dari pendahulunya adalah penggunaan rem cakram belakang. Ini Spesifikasinya kawan :

 

Make Model

Yamaha DT 125

Year

1972

Engine

Two stroke, single cylinder

Capacity

123 cc / 7.5 cu-in
Bore x Stroke 56 х 50 mm
Cooling System Air cooled
Compression Ratio 6.9:1

Induction

Mikuni TS28SS Carburetor

Ignition

Magneto

Starting

 kick

Max Power

12.9 kW / 17.3 hp @ 7000 rpm

Max Torque

1.4 kgf-m / 10 lb-ft @ 7000 rpm

Transmission 

6 Speed
Final Drive Chain

Front Suspension

Telescopic forks

Rear Suspension

Dual shocks

Front Brakes

Drum

Rear Brakes

Drum

Front Tyre

2.75-21

Rear Tyre

3.50-18

Wet Weight

125 kg / 275.5 lbs

Fuel Capacity 

9.5 Litres / 2.5 US gal

“Yuukkzzz!!!!…… lanjut lagi Kawan, sekalian balik pulang” Ucap Wagimin pada Mimin dan tarjo.

“Ayoo!!!… kita lanjut ngabret lagi cuuyy!!!….” Ucap Mimin Menimpali Wagimin.

Teng!!!….. Teng!!!….Trreeeeng!!!….. Teng!!!…..Teng!!!….. Teng!!!….Trreeeeng!!!….. Teng!!!……. Deru motor kembali saling bersahutan memecah keheningan malam, melewati kebun demi kebun dan juga area persawahan. Hingga mereka tiba disuatu jalan yang nampak didepan mereka ada sebuah rumah sederhana nan Asri. Tampak seorang anak gadis sedang duduk terdiam di teras rumah tersebut. Melihat keadaan tersebut, Tarjo…. Seorang suami beranak 2 ini masih aja timbul hasratnya untuk berkenalan setelah melewati rumah tersebut.

“gaaeezzz!!!…. puter balik….puter balik….” Ucap tarjo dengan raut muka sumringah.

Akhirnya kami bertiga pun putar balik, mengikuti ajakan Si Tarjo. Walaupun Mimin dan Wagimin merasa ada yang janggal, tapi mau gimana lagi, kalo ditinggal ntar ngambekan si Tarjo hahahaha…….🤣🤣.

“Haayyy!!!…..” Sapa Tarjo pada gadis diseberang pagar yang masih duduk terdiam dengan pandangan yang kosong.

“Assalamu’alaikum….. Haii!!! Nona cantik, kok diem aja sendirian di teras.” Ucap Tarjo kembali merayu gadis tersebut.

“Perasaanku ndak enak ini Min, gimana kalo kita puter motor aja, siap-siap kalo ada yang ndak beres kita tinggal si Tarjo.” Bisik Wagimin pada Mimin.

“Aayooo…. dech, lagian seingatku daerah sini ndak ada rumah dech.” Balas Mimin membisikan pada Wagimin.

“Diiihhh!!!…. Nona satu ini sombong sekali, abang ajak ngomong ndak nyaut.” Ucap Tarjo sambil mulai agresive membuka pintu pagar rumah gadis tersebut.

Tatkala Tarjo baru melangkah lebih dari semeter, tetiba saja sang Gadis berdiri dan….. Hihihihi!!!….hihihi!!!….Hihihihi!!!….Hiiihihihiii!!!… Tawa khasnya seketika membuat bulu kuduk ketiga orang tersebut tersentak hebat. “Mampir bang Hiiihihihii…..Hiiii!!!!….” Ucap gadis tersebut.

“SSSEETT!!!!….. SSSEETTT!!!!….. SSSEETAAAN!!!!…….” Tarjo pun putra balik menuju ke motornya.

Apesnya motor Mimin malah sulit diselah… Jegleeeg!!!…Jeeglegegek!!!!……Teng!!!….. Teng!!!….Trreeeeng!!!….. Akhirnya motor yang Mimin kendarai mampu menyalak kembali. Ketiga orang tersebut lintang pukang mengendarai motor, keringat dingin mulai memenuhi tubuh mereka bertiga. Sialnya lagi, karena Mimin paling belakang diantara rombongan tersebut…. Merasakan suasana yang mencekam. Tiba-tiba saja….. ” Bang!!! Bonceng dong Hhiiii…..Hihihihii!!!….Hhhiiii!!!!…….” Ucap mbak Kunti sambil terbang disebelah Mimin.

“SSEEETTT!!!!…… TAAN!!!….. Teriak Mimin sambil menarik gas lebih dalam, hingga Tarjo dan Wagimin mampu tersusul. Beruntung sekali Yamaha DT 125 ini mampu menyemburkan daya kuda sebesar 17.3 hp @ 7000 rpm dengan torehan Torsi maksimal 1.4 kgf-m / 10 lb-ft @ 7000 rpm dan transmisi 6 percepatannya serta bobotnya yang hanya 125 kilogram mampu melesat hingga lebih dari 120km/jam, disokong suspensi dual shockbreaker dibelakang yang ternyata cukup mumpuni meredam getaran dari kondisi jalan yang tak mulus. Di tahun sekarang ini harga sepeda motor Yamaha DT 125 bisa dikatakan gelap pasarannya, asal suka sama suka ya bayar. Tapi jika di kira-kira, Harga bekas dari motor Yamaha DT 125 berada dikisaran harga 16 jutaan hingga diatas 40 juta rupiah. Harga sewaktu-waktu jelas bisa berubah dan tentunya tak jarang juga ada yang bisa mendapatkan unit Yamaha DT 125 dengan harga dibawah kisaran tersebut.

Sampailah mereka di jalan besar dan kebetulan ada penerangan lampu yang memadai, mereka pun menghentikan laju motor karna dirasa sudah aman dari kejaran makhluk astral tersebut sambil mengatur napas yang tersengal-sengal.

“Siiyaaall!!!!…. Gegara kamu ini Tarjo, untung aku ndak diboncengin ama itu demit.” Umpat Mimin pada Tarjo.

“Padahal aku berharap kamu aja yang jadi santapan tu demit, biar besoknya viral tidur di kuburan.” Ucap Wagimin menimpali ucapan Mimin.

“Lhaaa….. Jalan tadi emangnya kearah Kuburan???…..” Tanya Mimin keheranan.

“iyaaa!!!…. Kan daerah sana emang pemakaman, mana ada permukiman penduduk.” Balas Wagimin pada Mimin.

“Maaaafff!!…. Kebiasaan lama kumat lagi.” Balas Tarjo sembari menyalami Mimin dan Wagimin.

“Koe kira lebaran pake salam-salaman…. ya udah balik ajalah, daripada apes lagi.” Ucap Mimin pada kedua temannya dan mereka pun mengamini ajakan Mimin untuk pulang.

“Eeeehhhh!!!…. Kita nginep di tempatmu aja ya Min.” Pinta Tarjo, disertai anggukan Wagimin.

“Lhhaaa!?!?!?!…….. Istrimu ndak nyariin??… Tanya Mimin.

“Udah gampang…. abis ini aku kabarin ke istri pas udah di tempatmu Min.” Ucap Tarjo kembali.

“yo wes…. Ayyoo!!!! kita ke tempatku aja nginepnya.” Ajak Mimin pada kedua temannya.

 

Jangan Lupa Bahagia.

 

 

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*