Ini Dia Mini Bike Imut 2 Stroke Cafe Racer Bernama Yamaha GR 50

Dering Gawaiku pagi ini berbunyi, tanda ada telepon masuk. Segera saja kulihat dan ternyata mbah google pagi ini menelepon. Setelah berbasa-basi mbah Google menawarka sepeda motor mini nya untuk aku bawa hari ini. Seperti biasa sepeda motor 2 Langkah pastinya yang ingin aku pinjam untuk berputar keliling kota. Setelah selesai urusanku langsung saja kupacu sepeda motorku menuju ke rumah mbah Google. Sesamapinya disana hanya ngobrol sejenak lalu segera kugelandang motor yang akan aku pinjam hari ini ke depan gerbang. Trreeeng!!!…… Teeeengg!!!!……Teeeng!!!….. Deru motor 2 Tak menemani perjalananku pagi ini. Seperti biasa…. Abis dari rumah mbah Google perjalananku lanjutkan menuju ke warung Bu painem. Tanpa terasa sampailah aku di warung Bu painem, tampak disana si Rojak sedang asiek ngopi, segera saja kusapa Rojak setelah terlebih dahulu kuparkir motor pinjamanku.

“Assalamu’alaikum….. Hay Borrr!!! Kagak gawe loe hari ini??…” Sapaku pada Rojak sekalian bertanya karna tumben pagi ini dia nyantai.

“Wa’alaikumsalam…. Biasa lagi sepi job Boorrr….. Loe bawa motor apa itu??…. Lucu juga bentuknya.” Balas Rojak sembari bertanya padaku.

“Oohhhh!!!!…. Itu Yamaha GR 50 Boorrr, biasa dipinjemin hehehehe…..” Balasku sambil cengengesan.

“Bu…. Kopi item satu yak!!…” Pintaku pada Bu Painem.

“Tunggu bentar ya… Ibu siapkan pesanannya dulu.” Balas Bu Painem padaku.

“Kirain tadi itu Honda GL Win modifan, tapi pas gue liat bagian mesin kok kayak motor 2 Stroke.” Balas Rojak kembali.

“Bukan….. Ini sepeda motor keluaran Pabrikan Yamaha tahun 1976 yang mana pada dekade tersebut Yamaha sedang getol-getolnya membuat mini bike karna pasar sedang bagus saat itu.” Jawabku pada Rojak.

“Iki Le…. Pesananne!….” Ucap Bu Painem padaku.

“Inggih Matur nuwun Bu’e.” Jawabku.

“Kalo Gue liat… Walaupun ini mini bike aliran cafe racer, tapi ukurannya tetap proporsional untuk dikendarai khususnya bagi orang asia yang rata-rata tingginya tak seberapa.” Rojak menimpali ucapanku.

“Sayangnya kapasitas mesin hanya 50 cc, Tapi kalo Loe lihat tampilan yang styling dari Yamaha GR50 ! emang terlihat jelas tampilan Modern-Classic dengan Sentuhan yang berkualitas, ditambah lagi hadirnya papan nomer layaknya motor balap di bagian buritan, Plus dibalut dalam tampilan Cafe-Racer yang mantap, Membuat Motor ini terlihat semakin ciamik.” Ucapku menimpali perkataan Rojak.

Mini Bike Imut 2 Stroke Cafe Racer Bernama Yamaha GR 50 ini dipersenjatai mesin 49 cc 2 Stroke berpendingin udara dengan ukuran Bore X Stroke 40 x 39,7 mm mampu memuntahkan daya kuda sebesar 4,5 hp (3,3 kw) pada 8.000 rpm dan torsi puncaknya sebesar 0,43 mkg (3,3 kW) pada 7.000 rpm serta dipadukan dengan transmisi 4 percepatan, berat kendaraan hanya 64,5 kilogram saja alias setara dengan bobot motor bebek/Cub. Untuk ukuran mini bike kapasitas tangkinya terbilang besar, mampu memuat hingga 7 liter bahan bakar. Tahun model rilisnya adalah 1976, 1977, 1979, dan nama model keluaran tahun 1977 adalah Yamaha GR50II. Sepeda motor ini hanya hadir dalam satu model, dan itu hanya dihadirkan untuk Jepang saja, jadi bisa dikatakan ini merupakan produk JDM alias Japan Domestic Market pada awalnya, namun karna permintaan pasar yang tinggi. Terpantau Yamaha GR 50 juga hadir di beberapa negara Belahan Benua Eropa dan juga Benua Australia sana, entah itu dipasarkan langsung oleh Yamaha atau lewat Importir, Berikut ini kode homologasi dari Yamaha GR 50 :

KODE NAMA TAHUN NEGARA KOMENTAR
1K8 GR50 1976 Jepang
1K8 GR50II 1977 Jepang
1K8 GR50 1979 Jepang

Dan berikut ini adalah warna sepeda motor Yamaha GR 50 yang pernah diproduksi oleh pabrikan Yamaha kala itu dan juga tahun kehadirannya kawan :

 

CODE YEAR PHOTO
1K8 1976 BRANDY RED METALLIC
GR50 1K8 1976 A


CRYSTAL SILVER
GR50 1K8 1976 B

1K8 1977 COMPETITION YELLOW
GR50 1K8 1977 A


CRYSTAL SILVER
GR50 1K8 1977 B

1K8 1979 NEW SILVER DUST
GR50 1K8 1979 A


BLACK GOLD
GR50 1K8 1979 B

Karena sepeda motor ini merupakan salah satu Mini Bike terbaik buatan Yamaha yang mana pada dekade 70an helm begitu diperlukan saat itu tentu menjadi sepeda motor yang unik jika dikoleksi pada masa sekarang ini. Awal mula kehadirannya dipasarkan dengan harga 106 ribu Yen dan harga bekasnya sekarang di negara asalnya sana dikisaran harga 180 ribu yen hingga hampir menyentuh angka 300 ribu yen yang jika dikonversikan ke mata uang rupiah saat ini. Kisaran harganya antara 23 jutaan hingga hingga hampir menyentuh angka 40 juta. Oiyaaaa….. Ini spesifikasi lengkap dari Yamaha GR 50 ( sembari menyodorkan gawai milikku kepada Rojak ) :

Engine Air-cooled two-stroke single cylinder
Displacement 49cc
Bore x stroke 40 x 39.7 mm
Max power 4.5 hp (3.3 kw) at 8,000 rpm
Max torque 0.43 mkg (3.3 kW) at 7,000 rpm
Gearbox 4 reports
Secondary transmission chain
Start-up kick
Frame double tubular steel cradle
Front suspension telehydraulic fork
Rear suspension double shock absorber
Front brake drum
Rear brake drum
Front tire 2.50 – 15
Rear tire 2.75 – 14
Max length 1,585 mm
Max width 590 mm
Max height 850 mm
Dry weight 64.5 kg

“Laaahhh!?!!!??…. Napa Malah jadi naik harganya??…. Kagak salah tuch??…..” Balas Rojak memotong pembicaraanku.

“Ndak sich….. Aku sudah cek ke beberapa situs jual beli online di Jepang harganya segitu, malah yang di Australia lebih murah harganya, biasa harga barang di Jepang sono kan emang lebih mahal daripada diluar negaranya Broo….. Balasku menimpali ucapan Rojak tadi.

“Yo wes….. Ane Lanjut jalan lagi Jak, sekalian ke Masjid Mau menunaikan ibadah dulu.” Ucapku kembali pada Rojak

“Bu’e….. Kopine pinten??…… ( Ibu kopinya berapa?? ).” Tanyaku pada Bu Painem.

“Tigang ewu Le….. Lhaa?? wes arep Bali tah??….( Tiga ribu nak…. Lhaa?? Sudah mau pulang ya?? )” jawab Bu painem sekaligus bertanya padaku.

“Inggih Bu, kawula kresa pinarak theng masjid rumiyen sadereng kondur.” jawabku pada Bu painem sambil menyerahkan uang sejumlah 3 ribu rupiah.

“Jak….. Ane tinggal duluan yak, jangan mewek….. nie 5 rebu buat beli jajan.” Gurauku pada Rojak sambil menyodorkan uang 5 ribuan.

“AAaaahhhhh!!!!….. Ngehek loe!?!?!!!!….. Udah buruan pergi gih.” Sahut Rojak yang tangannya dengan sigap mengambil duit yang aku sodorkan.

“Yo wes…. Assalamu’alaikum.” Ucapku pada Rojak.

“Wa’alaikumsalam…” balas Rojak.

 

Jangan Lupa bahagia.

hasil restorasi motorcycle Restoration Company

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*