10 Januari 2026 6:36 pm
.
2 min read
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun berkomitmen penuh dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Menyikapi terjadinya aksi vandalisme berupa pencurian baut penambat rel di KM 127+358 petak jalan Stasiun Blitar–Rejotangan beberapa waktu lalu, manajemen Daop 7 Madiun bergerak cepat dengan meningkatkan pengawasan dan melakukan inspeksi mendalam di titik-titik rawan.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun berkomitmen penuh dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Menyikapi terjadinya aksi vandalisme berupa pencurian baut penambat rel di KM 127+358 petak jalan Stasiun Blitar–Rejotangan beberapa waktu lalu, manajemen Daop 7 Madiun bergerak cepat dengan meningkatkan pengawasan dan melakukan inspeksi mendalam di titik-titik rawan.
Baca Juga Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas Kegiatan Semarak HUT ke-80 RI di Monas, 8 Perjalanan KA dari Gambir Berhenti Luar Biasa di Stasiun Jatinegara
Deputy Vice President Daop 7 Madiun, Muhamad Kahfi memimpin langsung kegiatan cek lintas pada Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus) di petak jalan antara Stasiun Blitar–Rejotangan. Kegiatan ini bertujuan memastikan kualitas prasarana tetap prima dan terbebas dari segala bentuk potensi bahaya, baik faktor alam maupun tindakan oknum tidak bertanggung jawab.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari penguatan sistem keamanan dan kualitas prasarana. “Pasca temuan hilangnya sejumlah baut penambat rel, kami tidak tinggal diam. Tim teknis dan keamanan dikerahkan untuk menyisir kembali setiap jengkal jalur guna memastikan kondisi rel tetap terjaga,” ujar Tohari.
Baca Juga Pendaftaran Produk Pakaian Olahraga di Pasar Indonesia yang Berkembang Pesat
Dalam kegiatan inspeksi tersebut, Deputy VP Daop 7 Madiun yang didampingi oleh tim Quality Control (QC) OP 7B, KUPT Jalan Rel 7.11 Blitar, serta Tim Polsuska Daop 7 Madiun, melakukan pemeriksaan mendalam terhadap:
1. Kondisi Jembatan BH 537: Memastikan struktur jembatan dan bangunan hikmat dalam kondisi kokoh.
2. Lingkungan Jalur Rel: Memantau ruang manfaat jalan (Rumaja) agar bersih dari rintangan atau potensi gangguan keamanan.
3. JPL 211: Pemeriksaan kelengkapan dokumen perjalanan kereta api (Perka) serta fasilitas keselamatan di perlintasan sebidang.
“Pemeriksaan langsung di lapangan seperti ini membantu kami mengidentifikasi potensi bahaya sejak dini. Setiap temuan, sekecil apa pun, akan segera ditindaklanjuti agar perjalanan kereta api tetap aman, lancar, dan terkendali,” tegas Tohari.
KAI Daop 7 Madiun juga mengimbau kepada masyarakat di sekitar jalur kereta api untuk turut serta menjaga keamanan prasarana KA. Hilangnya komponen kecil seperti baut penambat rel dapat berdampak besar pada keselamatan ratusan nyawa penumpang.
Baca Juga PTPP Tanam 2.500 Bibit Terumbu Karang di Banyuwangi; Wujud Nyata Komitmen Lestarikan Ekosistem Laut Indonesia
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan kepada petugas KAI atau kepolisian setempat jika melihat aktivitas mencurigakan di area jalur rel. Keselamatan kereta api adalah tanggung jawab kita bersama,” tutup Tohari.
Artikel ini juga tayang di VRITIMES
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.