10 April 2026 12:51 am
.
2 min read
AXIALNEWS.id | Aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Bangil yang tergabung dalam Kabinet Samasta berakhir tegang, Kamis (9/4/2026). Ratusan mahasiswa dihadang dan diblokade oleh gabungan massa dari berbagai Badan Otonom (Banom) NU tepat di depan Graha PCNU Bangil.
Blokade rapat tersebut memicu adu argumen alot lantaran mahasiswa dilarang masuk ke area kampus mereka sendiri untuk menyuarakan aspirasi. Dalam insiden itu, salah satu oknum massa penjaga mengeklaim bahwa penghadangan dilakukan demi menjalankan “instruksi atasan”.
Meski akses ditutup total, massa mahasiswa menolak mundur dan memindahkan titik orasi tepat di depan barisan penghadang untuk terus menyuarakan tuntutan mereka.
Merespons eskalasi tersebut, Koordinator Aliansi BEM Pasuruan Raya (BEMPAS Raya), M. Ubaidillah Abdi, melontarkan kecaman keras. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut bukan hanya mencederai demokrasi, tapi juga melanggar hak konstitusional.
Baca Juga Kasek SD Bukit Selamat Minta Semua Pihak Dukung Pembentukan Karakter Dasar
“Ini sangat ironis. Kawan-kawan mahasiswa justru dilarang bersuara di kampusnya sendiri. Padahal, hak mengeluarkan pendapat dijamin oleh Pasal 28E ayat (3) UUD 1945,” tegas Ubaidillah dalam keterangannya.
Ubaidillah juga memperingatkan adanya konsekuensi hukum bagi pihak-pihak yang menghalangi aksi damai, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.
Baca Juga Forum Ngopi Tingkatkan Pendidikan Agama di Binjai
“Siapa pun yang memberi instruksi pembungkaman ini, harap baca kembali Pasal 18 UU Nomor 9 Tahun 1998. Menghalangi hak warga negara untuk berpendapat dengan kekerasan atau ancaman dapat dipidana penjara paling lama satu tahun. Penghadangan ini jelas melawan hukum,” paparnya.
BEMPAS Raya menyayangkan langkah pihak tertentu yang justru mempertemukan mahasiswa dengan elemen Banom NU di lapangan. Menurutnya, penggunaan kekuatan di luar otoritas pendidikan untuk menghadapi nalar kritis mahasiswa adalah cara lama yang tidak bijak.
“Kampus adalah ruang akademik untuk berdialektika. Jika pimpinan kampus berniat baik, seharusnya memfasilitasi dialog, bukan membiarkan mahasiswa dihadang di jalan oleh massa,” tambah Ubaidillah.
Meski berada di bawah pengawasan ketat massa penjaga, mahasiswa tetap konsisten menyampaikan poin-poin tuntutan kepada pimpinan universitas. Aliansi BEMPAS Raya menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga mendapatkan kejelasan.
Baca Juga Menteri PPPA Resmikan Gedung PC Muslimat NU Ponorogo di Momentum Harlah ke-80
Mereka mendesak pihak terkait memberikan klarifikasi secara terbuka dan meminta aparat kepolisian bertindak tegas. Penegakan hukum dinilai krusial agar praktik pengerahan massa untuk memberangus hak berpendapat mahasiswa tidak menjadi preseden buruk di masa depan.
Editor: M. Nuh
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.