29 Maret 2026 9:05 am
.
3 min read
AXIALNEWS.id | Iran didukung sejumlah kelompok froksi dan milisi yang mulai melancarkan serangan secara sporadis untuk mendukung Teheran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Milisi-milisi proksi Iran satu per satu bergerilya menggempur Israel setelah Tel Aviv dengan dukungan AS menyerang Iran pada 28 Februari lalu. Serangan gabungan itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan puluhan pejabat tinggi Iran.
Berikut daftar kelompok dan milisi yang telah menyatakan mendukung Iran.
Hizbullah ikut membantu Iran menyerang Israel dengan meluncurkan serangan udara dari Lebanon. Serangan itu diklaim menghantam pangkalan udara di wilayah utara Israel.
Serangan Hizbullah ke Israel telah dimulai sejak Senin (1/3) dan berlanjut sampai hari ini. Hizbullah menyatakan serangannya adalah balasan atas tewasnya Khamenei.
Kelompok milisi Irak Kataib Hizbullah juga telah bersumpah akan menyerang pangkalan militer AS sebagai tanggapan atas “agresi Amerika” di Iran.
Baca Juga Langkat Menuju Kota Budaya, Ada Harga Mahal Harus Dibayar
Sebelum pernyataan itu dibuat, Komando Operasi Gabungan Irak mengonfirmasi serangan udara menerjang markas Pasukan Mobilisasi Populer di Jurf Al Shakr, utara Provinsi Babil. Serangan itu dilaporkan menewaskan dua personel dan melukai tiga lainnya.
Sejumlah sumber mengatakan kepada Shafaq News bahwa serangan itu kemungkinan diluncurkan oleh Kataib Hizbullah.
Kelompok milisi di Irak, Saraya Awliya Al-Dam, termasuk di antara milisi pro-Iran yang memerangi Israel-AS untuk membantu Iran.
Kelompok ini mengaku bertanggung jawab atas serangan pesawat nirawak di Bandara Internasional Erbil, Irak, pada Minggu (1/3).
“Sebagai bentuk dukungan kepada Republik Islam Iran melawan agresi Zionis-Amerika, dan sebagai penegasan atas pembelaan kami terhadap kedaulatan Irak, para mujahidin pemberani kami melakukan operasi berkualitas hari ini dengan satu skuadron drone yang menargetkan pangkalan-pangkalan Amerika di Erbil,” demikian pernyataan milisi Syiah tersebut, seperti dikutip The New Region.
Milisi penguasa Yaman, Houthi, telah bersiap mengganggu lalu lintas Laut Merah sebagai bentuk solidaritas dengan Iran.
Baca Juga Dibebaskan Pajak Mendali 12% dan Terima Tambah Bonus, Atlet PON Sumut Gembira
Pemimpin Houthi Abdulmalik Al-Houthi menegaskan pihaknya akan “melawan tirani Amerika dan Israel”
“Ini bagian dari solidaritas Islam, moral, dan etika serta perjuangan melawan tirani Amerika, Israel, dan Zionis,” kata Pemimpin Houthi, Abdulmalik Al-Houthi, dikutip AFP, Senin (1/3).
Al Houthi menyampaikan pangkalan-pangkalan AS di kawasan Timur Tengah adalah target yang sah. Pada saat yang sama, ia menyerukan demonstrasi massal di seluruh Yaman untuk membela Iran.
Juru bicara Kataib Sayyid Al Shuhada, Kadhem Habib Al-Fartousi, mengatakan kepada Shafaq News bahwa pihaknya siap menanggapi pelanggaran AS terhadap “kedaulatan Irak”. Kataib Sayyid Al Shuhada adalah kelompok proksi Iran yang bermarkas di Irak.
Kelompok milisi Irak lainnya, Harakat Al Nujaba, juga telah menyatakan ikut berperang melawan AS-Israel.
Baca Juga Pekerja Bangunan di Binjai Dikeroyok Sekelompok Preman
Kelompok ini telah menyerukan pejuangnya untuk bersiap perang membantu sekutu besarnya, Iran.
Platform yang berafiliasi dengan Harakat Al Nujaba mengindikasikan minyak-minyak kepentingan AS di wilayah Timur Tengah akan menjadi sasaran mereka.
Shanghai Cooperation Organization juga termasuk di antara kelompok yang mendukung Iran melawan AS-Israel.
Kelompok yang dibekingi China dan Rusia ini mengutuk keras serangan AS-Israel terhadap Iran. Meski begitu, tak seperti kelompok lainnya, mereka tidak menyatakan berperang dengan AS-Israel.
“Penggunaan kekerasan tidak dapat diterima … satu-satunya cara untuk menyelesaikan konflik saat ini adalah melalui dialog, saling menghormati, dan mempertimbangkan kepentingan sah masing-masing pihak,” demikian pernyataan kelompok tersebut, seperti dikutip CNN.
Kelompok ini didirikan pada 2021 oleh China dan Rusia. Iran kemudian bergabung pada 2023. Grup ini saat ini memiliki total 10 anggota penuh.(*)
Sumber: CNN Indonesia
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.